Scroll ke Atas
Berita UtamaBrebes

Dialog Pembangunan Brebes Selatan Beres Menuju Pembangun yang Lebih Baik

Eryanto
194
×

Dialog Pembangunan Brebes Selatan Beres Menuju Pembangun yang Lebih Baik

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Perwakilan tokoh masyarakat se-Brebes Selatan menggelar Dialog Pembangunan Brebes Selatan Beres di Pendopo 2 Bumiayu, Kabupaten Brebes, Selasa 21 Oktober 2025.

Advertisement

Dialog digagas Sebagai wadah untuk diskusi publik sekaligus menyerap aspirasi dan memperkuat komitmen pemerataan pembangunan di wilayah enam kecamatan (Bumiayu, Paguyangan, Tonjong, Sirampog, Bantarkawung dan Salem).

Ketua Panitia Dialog Imam Santoso dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan media komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah dalam hal ini Pemda Brebes.

“Dialog ini diharapkan menjadi langkah bersama, untuk menentukan arah pembangunan wilayah Brebes agar lebih merata,” ujar Imam.

Imam juga berharap pertemuan yang diinisiasi bersama tersebut dapat berjalan lancar dan membawa manfaat terkhusus bagi masyarakat di wilayah Brebes selatan.

“Semoga dalam dialog ini akan menghasilkan usulan-usulan terbaik, yang nantinya akan di tampung untuk ditembuskan ke Pemda,” terangnya.

Lebih Lanjut, Imam berharap, dengan dialog yang digelar tersebut dapat membatu Pemda dalam menampung aspirasi yang disampaikan oleh para aktifis dan tokoh perwakilan yang hadir. Sehingga, Pemda bisa menentukan formula dan langkah pembangunan yang tepat untuk Kabupaten Brebes kedepan.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Dapur MBG di Desa Laren Bumiayu Brebes

“Semoga dengan adanya dialog dan pertemuan ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya Brebes selatan. Brebes Selatan Beres,” Pungkasnya.

Dalam acara dialog, para perwakilan dari berbagai kecamatan menyampaikan usulan dan aspirasinya.

Perwakilan Kecamatan Paguyangan menjadi pembuka pemaparan usulan, yang salah satunya yaitu menyoroti kondisi infrastruktur jalan kabupaten yang sempit dan rawan longsor di beberapa desa, seperti di Desa Pandansari dan Desa Cipetung.

Sementara itu Tokoh Perwakilan dari Kecamatan Bantarkawung, yang menekankan pentingnya pemberdayaan potensi pertanian dan produk lokal.

“Petani kita butuh pendampingan dalam perencanaan dan pemasaran. Pemerintah perlu menghubungkan hasil bumi masyarakat dengan koperasi dan pasar, bahkan untuk membuka akses ekspor agar produk seperti bambu, briket, dan hasil tani lain sehingga bisa bernilai lebih,” ujar salah satu perwakilan.

Untuk Perwakilan dari Kecamatan Bumiayu sendiri yaitu, menyoroti terkait realisasi fasilitas publik dan ketahanan pangan.

Baca Juga :  Maca Karo Moci Kanggo Nyegah Goda Ekstasi

Mulai dari pembangunan Ruang Terbuka Hijau atau RTH yang sempat tertunda, serta bendungan yang mangkrak sebagai penopang dalam pertanian.

Terkait isu-isu lingkungan hidup dan Industri juga menjadi perbincangan dan usulan dalam dialog tersebut.

Kustono SPd selaku tokoh dari Kecamatan Salem menyoroti masalah hutan yang mengalami kerusakan, dan sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah, serta keterbatasan industri di wilayah selatan.

“Wilayah selatan selama ini belum memiliki pabrik besar, padahal potensi sumber daya alam sangat besar,” katanya, hutan yang menjadi kekuatan utama masyarakat kini justru rusak.

Ia menambahkan, jika kerusakan tersebut tidak ditangani dengan serius, maka dalam 10–20 tahun ke depan anak cucu kita tidak akan lagi merasakan manfaatnya.

Dalam dialog tersebut juga menyinggung perlunya sinergi antara dinas-dinas terkait seperti, pertanian, perdagangan, koperasi dan perindustrian untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang adil dan merata bagi wilayah selatan.

Komitmen dan harapan dengan adanya forum dialog Brebes Beres Brebes Selatan tersebut diharapkan, Pemkab Brebes dapat menjadikan hasil dialog sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah yang berkeadilan bagi masyarakat di wilayah selatan.***