EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Kebebasan Pers di Kabupaten Brebes kembali terhalang. Kali ini, salah satu wartawan dari media dihalangi oleh satuan keamanan dari Koramil Tonjong saat mencoba melakukan investigasi ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Kamis (26/2/2026).

Pada saat itu, wartawan tersebut ingin melakukan konfirmasi kepada pengelola SPPG Tonjong terkait dengan menu makan siang yang disajikan kepada para siswa sekolah di wilayah penyaluran SPPG tersebut.
Namun miris, saat wartawan tiba di kantor SPPG, petugas yang diduga dari satuan Koramil Tonjong menghalangi dan meminta surat khusus untuk melakukan konfirmasi.
“Saat saya tiba di kantor SPPG, saya dimintai untuk menunjukkan surat khusus. Saya menjelaskan bahwa saya hanya ingin melakukan konfirmasi terkait dengan menu makan siang, tapi mereka tetap meminta surat khusus,” katanya.
Wartawan tersebut kemudian dipersilahkan masuk ke ruangan Kepala SPPG, namun Kepala SPPG keluar ruangan dan digantikan oleh staf SPPG lainnya untuk memberikan penjelasan.
Saat wartawan menanyakan menu makan siang, staf tersebut tidak menjawab dan hanya memberikan menu berupa gambar.
Karena penjelasan dan jawaban dari stap SPPG belum memuaskan, kemudian ia meminta untuk bertemu dengan Kepala SPPG nya langsung. Akan tetapi belum sempat bertemu, wartawan tersenut diusir oleh petugas yang diduga dari Koramil Tonjong.
“Saya merasa tidak puas dengan jawaban mereka dan meminta untuk bertemu dengan Kepala SPPG, tapi diusir oleh petugas Koramil Tonjong,” tegas wartawan tersebut.
Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada redaksi dan meminta klarifikasi kepada pengelola SPPG Tonjong.
“Kami merasa bahwa kebebasan pers di Brebes terhalang atau bahkan sengaja dibungkam, Kami akan segera meminta klarifikasi kepada pengelola SPPG Tonjong terkait kejadian ini,” tembus Redaksi.
Salah satu tokoh masyarakat yang dimintai keterangan mengatakan, kejadian menu SPPG yang saat ini viral pun sebenarnya sudah banyak yang menimbulkan protes dari masyarakat, keterbukaan publik terkait Program nasional MBG seolah di tutup rapat. Ini menandakan bahwa kebebasan pers di Brebes terbungkam.
“Kami meminta agar pengelola SPPG Tonjong dan Brebes umumnya bisa transparan dan terbuka, karena ini terkait dengan penggunaan anggaran dana APBN untuk program Makan Bergizi,” kata seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya.*** (Dun).















