Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Buka Festival Mangga Penggarit 2025 , Gubernur Jateng Katakan Bisa Tembus Pasar Global Jadi Pilar Ekonomi Kreatif

Joko Longkeyang
231
×

Buka Festival Mangga Penggarit 2025 , Gubernur Jateng Katakan Bisa Tembus Pasar Global Jadi Pilar Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Desa Penggarit di Kabupaten Pemalang semakin mengukuhkan posisinya sebagai sentra penghasil mangga unggulan. Salah satu varietas andalannya, Mangga Istana, bahkan telah menembus pasar internasional dengan diekspor ke berbagai negara, termasuk Singapura, Kanada, Amerika Serikat, dan Vietnam, setiap musim panen.

Untuk mengapresiasi dan mempromosikan komoditas unggulan ini, Pemerintah Desa Penggarit rutin menggelar event dua tahunan bertajuk Festival Mangga Pemalang, yang berlokasi di Lapangan Desa Penggarit, Kecamatan Taman.”Hari ini kita melakukan Festival Mangga. Ini momentum nasional bahkan internasional. Setiap dua tahun sekali diadakan kegiatan ini,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri Festival Mangga 2025 pada 1 November 2025.

Advertisement

Menurut Gubernur Luthfi, Festival Mangga Pemalang merupakan momentum vital untuk menumbuhkan ekonomi kreatif serta mengangkat produk dan budaya lokal Pemalang ke kancah global. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Penggarit dan Pemerintah Kabupaten Pemalang yang dinilai telah menjadi pelopor ekonomi masyarakat berbasis desa melalui budi daya dan sentra produksi Mangga Istana.

Luthfi menyoroti potensi besar Mangga Istana yang tidak hanya terbatas pada buah segar. “Mangga Istana tidak hanya buah, tetapi bisa dibuat keripik, tepung, dan sebagainya. Ini menggerakkan ekonomi kreatif, sehingga masyarakat bisa membuat pekerjaan untuk diri sendiri dan orang lain,” jelas Gubernur. Diversifikasi produk ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Pastikan Percepat Telokasi Korban Bencana di Banjarnegara dan Cilacap

Festival ini menjadi semakin menarik karena mengangkat nilai budaya dan tradisi lokal. Rangkaian acara diisi dengan arak-arakan unik yang disebut pengantin mangga, yang menyandingkan mangga Wirasangka (sebagai pengantin pria) dan mangga Arumanis (sebagai pengantin wanita).

Kedua sosok “pengantin” ini menyimbolkan asal mula Mangga Istana, yang merupakan hasil persilangan antara mangga Arumanis dan mangga Wirasangka. Nama Istana sendiri disematkan karena varietas ini pernah dihadiahkan ke Istana Kepresidenan dan menjadi mangga favorit Presiden RI.”Ada nguri-uri budayanya, yakni mangga Wirasangka dan Arumanis yang secara ritual dijadikan pengantin. Ini budaya dan kearifan lokal yang harus dijaga dan dikembangkan,” tutur Ahmad Luthfi, didampingi oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Melihat kesuksesan dan potensi ekonomi yang besar, Ahmad Luthfi berharap Festival Mangga Pemalang dapat diselenggarakan setahun sekali, tidak lagi tiap dua tahun. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap memberikan dukungan penuh agar harapan ini dapat terwujud.

Lebih lanjut, ia mendorong agar keberhasilan Desa Penggarit ini dapat direplikasi di daerah lain, tentunya dengan menyesuaikan potensi wilayah dan kearifan lokal masing-masing. “Jika seluruh desa atau daerah dapat mengembangkan potensi wilayah, budaya, dan ekonomi, maka kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah naik,” tegas orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Baca Juga :  Tragedi Bus Krapyak: Ahmad Luthfi Ingatkan Pengusaha Bus Jangan Kejar Setoran Abaikan Nyawa

Kepala Desa Penggarit, Imam Wibowo, menjelaskan bahwa Festival Mangga kali ini adalah penyelenggaraan yang ketiga. Ide festival muncul dari harga jual mangga yang kerap anjlok saat musim panen. Dengan adanya festival, transaksi mangga dari petani diharapkan dapat meningkat drastis.”Pada Festival Mangga 2022 lalu, transaksi mencapai Rp1,5 miliar dalam dua hari. Kami berharap pada festival tahun ini bisa jauh lebih tinggi. Mudah-mudahan dapat menjadikan petani mangga lebih sejahtera,” harap Imam.

Saat ini, potensi Mangga Istana di Desa Penggarit sangat melimpah. Desa tersebut memiliki 11.000 pohon mangga, dari total 116.000 pohon di Kabupaten Pemalang. Setiap pohon rata-rata menghasilkan 2 kuintal buah.

“Cara petik Mangga Istana ini dengan proses kematangan di atas 80% sehingga terasa manis. Juga ada permintaan pasar untuk petik pada kematangan di bawah 80%, biasanya untuk permintaan di luar Jawa dan Eropa,” tutupnya, seraya menekankan rencana ke depan untuk mengembangkan produk turunan mangga sebagai diversifikasi pangan.( Joko Longkeyang).