Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Kabut dan Badai Hambat Evakuasi Pendaki Syafiq Ridhan Ali di Puncak Gunung Slamet 

Joko Longkeyang
14
×

Kabut dan Badai Hambat Evakuasi Pendaki Syafiq Ridhan Ali di Puncak Gunung Slamet 

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang — Operasi kemanusiaan untuk menurunkan jenazah Syafiq Ridhan Ali (18), pendaki yang ditemukan tutup usia di Pos 7 Gunung Slamet, Jawa Tengah, menghadapi kendala besar. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan badai yang menyapu kawasan Batu Langgar memaksa tim pencari dan penyelamat (SAR) menunda proses evakuasi hingga Jumat besok.

Keputusan penundaan ini diambil demi menjaga keselamatan para personel di lapangan. Mengingat posisi penemuan berada di titik tertinggi jalur Dipajaya, risiko bagi tim evakuasi meningkat drastis di tengah cuaca buruk.

Advertisement

Syafiq ditemukan pada hari ke-17 pencarian dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan ini mengakhiri teka-teki hilangnya pemuda asal Magelang tersebut sejak akhir Desember lalu. Penanggung jawab Basecamp Dipajaya, Sutrisno, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tanpa henti para relawan dan tim SAR gabungan.”Saat ini jenazah sudah dikemas dan siap dipindahkan. Namun, hujan badai yang masih berlangsung di lereng atas tidak memungkinkan bagi tim untuk bergerak turun hari ini,” ujar Sutrisno, Rabu malam.

Baca Juga :  Antisipasi Kejahatan Malam Hari, Polsek Losari Intensif Giatkan Patroli

Berdasarkan pengamatan visual awal, tim medis memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar sepekan sebelum ditemukan. Meski demikian, kepastian mengenai penyebab dan waktu kematian baru bisa dipastikan melalui pemeriksaan medis menyeluruh setibanya jenazah di bawah nanti.

Peristiwa memilukan ini bermula ketika Syafiq dan rekannya, Himawan Haidar Bahran, melakukan pendakian kilat atau tektok pada 27 Desember 2025. Saat berada di Pos 5, Himawan mengalami cedera kaki. Syafiq yang bermaksud mencari bantuan dengan turun seorang diri justru kehilangan arah dan dinyatakan hilang sejak 29 Desember 2025. Sementara itu, Himawan telah lebih dahulu ditemukan dalam kondisi selamat.

Baca Juga :  Gubernur Jateng ‘Gedor Meja’: Ubah Tata Ruang Tambang? Siap-siap Disikat Satgas Gabungan!

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, menyatakan bahwa proses membawa turun jenazah dari Pos 7 diperkirakan memakan waktu sekitar delapan jam.”Lokasinya di pos tertinggi, sehingga butuh kehati-hatian ekstra. Kami telah menyiagakan ambulans dan tim medis di bawah untuk penanganan lanjutan begitu evakuasi tuntas,” jelas Agus.

Saat ini, keluarga korban dilaporkan telah berada di Desa Clekatakan, menanti kepulangan Syafiq untuk dipulangkan ke rumah duka di Kramat Utara, Magelang.( Joko Longkeyang)