Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Pecah Rekor! Investasi Jawa Tengah Tembus Rp 88,50 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Joko Longkeyang
40
×

Pecah Rekor! Investasi Jawa Tengah Tembus Rp 88,50 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang – Provinsi Jawa Tengah menorehkan tinta emas dalam sejarah perekonomian daerah. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi di wilayah ini sepanjang tahun 2025 sukses menembus angka fantastis, yakni Rp 88,50 triliun. Capaian ini menjadi nilai tertinggi yang pernah tercatat di provinsi ini.

Lonjakan ini mencerminkan kenaikan signifikan sebesar 28,88 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp 68,67 triliun. Secara rinci, performa impresif tersebut ditopang oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp 37,64 triliun.

Advertisement

 

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari konsistensi pemerintah dalam menjaga iklim usaha. “Kami berkomitmen menjadi manager marketing investasi yang menjamin kepastian hukum, keamanan, dan kemudahan berusaha. Investor harus merasa nyaman menanamkan modalnya di Jawa Tengah,” ujarnya, Selasa (19/1/2026).

Baca Juga :  Ingat !, Air Zamzam Dilarang Masuk Bagasi Jemaah Haji

Efek domino dari masuknya modal tersebut berdampak langsung pada sektor ketenagakerjaan. Tercatat sebanyak 105.078 proyek telah terealisasi dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang. Strategi Pemprov Jateng dalam mendorong industri padat karya terbukti efektif menekan angka pengangguran.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, memaparkan bahwa lima daerah menjadi motor utama pergerakan modal ini. Kabupaten Kendal memimpin di posisi puncak dengan raihan Rp 15,86 triliun, disusul Kota Semarang (Rp 11,15 triliun), Kabupaten Demak (Rp 9,06 triliun), Kabupaten Batang (Rp 6,73 triliun), dan Kabupaten Semarang (Rp 4,38 triliun).”Pemerataan investasi di kawasan Pantura mulai terlihat. Kendal dan Batang menjadi bukti nyata bahwa pengembangan kawasan industri terintegrasi mampu menarik pemodal besar,” jelas Sakina.

Baca Juga :  Peringati Pertempuran Lima Hari Semarang, Gubernur Ajak Masyarakat Gelorakan Semangat Pantang Menyerah

Sektor industri pengolahan masih menjadi magnet utama bagi para pemilik modal. Industri barang dari kulit dan alas kaki menempati urutan pertama dengan nilai Rp 11,37 triliun. Menyusul di belakangnya adalah sektor elektronik, mesin, industri karet, plastik, serta tekstil.

Dari sisi mancanegara, Hong Kong tercatat sebagai investor terbesar dengan setoran Rp 12,92 triliun, diikuti oleh Singapura, Republik Rakyat Tiongkok, Korea Selatan, dan Samoa Barat. Tidak hanya kelas kakap, sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) juga menunjukkan taji dengan kontribusi investasi sebesar Rp 22,143 triliun.

Ke depan, Pemprov Jateng berjanji akan terus memangkas hambatan birokrasi dan memperkuat stabilitas daerah. “Target kami, Jawa Tengah tetap menjadi gerbang investasi utama di Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Sakina.**( Joko Longkeyang ).