Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerah

Peringati HPSN, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Operasikan Alat Berat Bersihkan Pantai Jodo

Joko Longkeyang
14
×

Peringati HPSN, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Operasikan Alat Berat Bersihkan Pantai Jodo

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Batang – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen memimpin aksi nyata pembersihan pesisir. Keduanya tampak turun langsung menaiki alat berat jenis loader untuk mengeruk sampah di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kabupaten Batang, Selasa (24/2/2026).

​Aksi simbolis ini menandai peluncuran gerakan “Jateng ASRI” (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digelar secara serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Ahmad Luthfi terlihat cekatan mengoperasikan bucket loader untuk mengangkut sampah plastik dan limbah rumah tangga ke truk pengangkut, didampingi Taj Yasin yang berdiri sigap di sisi alat berat tersebut.

Advertisement

​Dalam arahannya, Ahmad Luthfi menekankan bahwa persoalan sampah di Jawa Tengah sudah memasuki tahap darurat. Data menunjukkan produksi sampah di provinsi ini mencapai 6,36 juta ton per tahun, namun baru sekitar 60 persen yang mampu terkelola dengan baik.​”Kita butuh langkah konkret, bukan sekadar komitmen di atas kertas. Target Presiden Prabowo Subianto adalah Indonesia menuju zero waste pada 2029. Gerakan Jateng ASRI ini harus menjadi aksi nyata yang berkelanjutan,” tegas Luthfi di hadapan lebih dari 1.000 peserta lintas unsur.

Baca Juga :  Pembangunan RTLH Milik Mbah Rantiyem Selesai Tinggal Menunggu Peresmian

​Gubernur juga menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk segera menyetorkan data konkret penanganan sampah di wilayah masing-masing. Menurutnya, nota kesepahaman (MoU) tidak akan memberikan dampak tanpa adanya rencana aksi (action plan) yang terukur.

​Selain fokus pada limbah, Pemprov Jateng juga memberikan atensi khusus pada kelestarian garis pantai sepanjang 920 kilometer. Program “Mageri Segoro” atau penghijauan pesisir kembali digencarkan di 17 kabupaten/kota yang memiliki wilayah laut.

Baca Juga :  Tidak Peduli Hari Libur Babinsa Serengan Laksanakan tugas keseharianya

​Setelah berhasil menanam hampir dua juta bibit mangrove pada Desember 2025, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah penanaman pada tahun 2026 sebagai langkah preventif menanggulangi abrasi.

​Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Widi Hartanto, menambahkan bahwa saat ini Jawa Tengah terus bertransformasi dalam teknologi pengolahan sampah. Beberapa daerah telah menerapkan sistem mutakhir, di antaranya: Refuse Derived Fuel (RDF): Telah beroperasi di Cilacap, Banyumas, dan Magelang. Energi Listrik Berbasis Sampah: Sudah berjalan di Kota Surakarta. Kolaborasi TPST: Transformasi TPA menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu melalui kerja sama dengan industri semen.

​Melalui gerakan Jateng ASRI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih bersih.**( Joko Longkeyang)