Scroll ke Atas
Berita UtamaBrebes

Relokasi Warga Terdampak Longsor di Brebes: Pemerintah Siapkan Lahan dan Bantuan

Eryanto
13
×

Relokasi Warga Terdampak Longsor di Brebes: Pemerintah Siapkan Lahan dan Bantuan

Sebarkan artikel ini

EMSATUNEWSCO.ID, BREBES – Sedikitnya 50 KPM warga 2 dukuh di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Brebes yang terdampak bencana alam tanah longsor, pada 29 Oktober 2026 telah mengikuti rapat koordinasi persiapan pembangunan relokasi bencana tanah bergerak, digelar di aula Kantor Desa setempat pada Jum’at, 13 Februari 2026.

Rapat dihadiri oleh Tim Disperakim (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Disperakim Kabupaten Brebes, Inspektorat Brebes, Asisten 2, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah & BPBD Kabupaten Brebes, DPU Kabupaten Brebes, Forkompincam Sirampog, Kepala Desa Sridadi Sudaryo, SH, dan segenap perangkat desa.

Advertisement
Baca Juga :  Peringati HUT RI ke-78 Pemcam Paguyangan Brebes Gelar Karnaval Pembangunan

Camat Sirampog, Slamet Budi Raharjo, S.IP menjelaskan bahwa, pemerintah telah siapkan lahan untuk relokasi warga Dukuh Karanganyar dan Dukuh Karang Gondang Desa Sridadi, Sirampog yang terdampak musibah tanah longsor di Dukuh Legog.

Lahan tersebut dipersiapkan untuk 18 KPM bencana alam tanah bergerak di beberapa pedukuhan Desa Sridadi, termasuk Karanganyar, Bojongsari, Dukuh Makam, dan Dukuh Rakem, yang mengakibatkan 285 rumah, SDN 02, dan masjid terdampak.

Disperakim Jateng melalui Dita menyampaikan, tanah yang bakal ditempati secara permanen telah disiapkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk relokasi pemukiman ditempatkan di Dukuh Legog, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog.

Baca Juga :  Penjualan Ayam Geprek di Pemalang, Enam Jam Omset Jutaan Rupiah

Lokasi tanah tersebut telah mendapatkan penelitian dan kajian geologi selama tiga hari untuk memastikan stabilitas tanah dan kelayakan lokasi bagi pembangunan hunian.

“Kajian ini memakan waktu tiga hari, untuk memastikan stabilitas tanah dan kelayakan lokasi bagi pembangunan hunian,” katanya.

Selain tanah, masyarakat terdampak juga diberikan bantuan dalam bentuk material senilai Rp50 juta.

Kepala Desa Sridadi, Sudaryo, SH, menyampaikan pesan kepada masyarakat terdampak untuk bersabar dan menunggu tahapan, hingga keuangan dari Pemprov sudah tersedia.

“Kami berharap masyarakat tetap bersabar, bagi yang belum menerima bantuan jangan hawatir. Nanti tinggal menunggu saja tahapan, hingga keuangan dari Pemprov sudah tersedia,” pungkasnya.*** (Dun)