Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Gercep! Bupati Pemalang Serahkan 5 Unit Rumah bagi Korban Banjir Bandang

Joko Longkeyang
41
×

Gercep! Bupati Pemalang Serahkan 5 Unit Rumah bagi Korban Banjir Bandang

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Pemerintah Kabupaten Pemalang menunjukkan komitmen nyata dalam menangani dampak bencana alam. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, secara resmi menyerahkan bantuan pembangunan rumah bagi warga yang terdampak bencana banjir bandang di wilayah Kecamatan Moga dan Pulosari, Selasa (17/3/2026).

​Penyerahan simbolis tersebut berlangsung di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pasca-bencana agar warga kembali memiliki hunian yang aman dan layak.

Advertisement

​Rincian Penerima Bantuan

​Tercatat sebanyak lima kepala keluarga (KK) menerima bantuan pembangunan rumah baru tersebut. Rinciannya, empat unit rumah diperuntukkan bagi warga Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, sementara satu unit lainnya diberikan kepada warga Desa Sima, Kecamatan Moga.

Baca Juga :  Bupati Tanggapi Akun Medsos OPD Kabupaten Pemalang yang Terlantar

​Dalam kunjungannya, Bupati Anom Widiyantoro menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan warganya yang tertimpa musibah.

​”Hari ini telah kita serahterimakan lima unit rumah. Contoh huniannya bisa dilihat langsung, sudah siap ditempati,” ujar Anom saat meninjau lokasi rumah bantuan tersebut.

​Anggaran dan Pengerjaan Kilat

Baca Juga :  Yayasan Ponpes Al Hikmah 1 Benda Sirampog Siap Tampung Pendidikan Gratis Bagi Anak Korban Penganiayaan Ibu Kandung

​Bupati menjelaskan bahwa setiap unit rumah mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp60 juta. Menariknya, proses pengerjaan fisik bangunan dilakukan secara efisien sehingga warga tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan tempat tinggal baru.

​”Setiap unit rumah dianggarkan senilai Rp60 juta. Proses pengerjaan fisiknya pun tergolong cepat, yakni hanya memakan waktu selama 20 hari,” tambahnya.

​Melalui bantuan ini, diharapkan beban para penyintas banjir bandang dapat berkurang, sekaligus menjadi penyemangat bagi warga untuk kembali menata kehidupan dengan hunian yang lebih kokoh dan permanen.**( Joko Longkeyang).