Emsatunews.co.id, Pemalang – Para pemudik yang melintasi jalur arteri Pantura Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kini tak perlu risau jika mengalami kendala di tengah perjalanan. Relawan Indonesia (Relindo) bekerja sama dengan legislator DPR RI dari Dapil X Jawa Tengah, Rizal Bawazier, secara resmi mengoperasikan posko mudik kemanusiaan yang menawarkan berbagai layanan cuma-cuma.

Fasilitas yang disediakan tidak main-main. Mulai dari perbaikan sepeda motor dan mobil, penyediaan makanan buka puasa serta sahur, tempat istirahat yang representatif, hingga layanan ambulans darurat. Semuanya diberikan tanpa dipungut biaya alias gratis.
Komitmen Kemanusiaan di Jalur Mudik
Anggota Relindo, Lukman, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud dedikasi Relindo bersama Sahabat Rizal Bawazier (RB) untuk meringankan beban masyarakat. Terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.“Kami hadir untuk memberikan dukungan langsung kepada para pejuang mudik, khususnya mereka yang mengalami kesulitan teknis atau kelelahan di perjalanan,” ujar Lukman saat ditemui di lokasi posko, Selasa malam (17/3/2026).
Lebih dari Sekadar Tempat Singgah
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, posko ini juga berfungsi sebagai pusat informasi. Petugas di lapangan siap memberikan arahan mengenai kondisi cuaca, pembaruan arus lalu lintas, hingga imbauan keselamatan berkendara.
Lukman menambahkan, tujuan utama keberadaan posko ini adalah menekan angka kecelakaan melalui edukasi dan pemberian dukungan moral bagi pemudik yang kelelahan.“Kami ingin perjalanan mudik tahun ini menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. Kehadiran kami diharapkan mampu meminimalisir risiko di jalan raya melalui peringatan dini kepada pengendara,” tambahnya.
Titik Strategis Pantura
Pemilihan Kota Pemalang sebagai lokasi posko dinilai sangat strategis. Sebagai salah satu titik tumpu jalur utama yang dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat dari arah barat, Pemalang menjadi area krusial bagi pemudik sebelum melanjutkan perjalanan ke kabupaten/kota di sekitarnya.
Posko ini diharapkan menjadi oasis bagi warga yang membutuhkan pertolongan cepat, sehingga tradisi pulang kampung tahun 2026 ini dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti bagi seluruh lapisan masyarakat.**( Joko Longkeyang).















