Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Revolusi Sampah! Jateng Sulap Limbah Jadi Energi Listrik

Joko Longkeyang
14
×

Revolusi Sampah! Jateng Sulap Limbah Jadi Energi Listrik

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Masalah sampah di wilayah Semarang Raya segera menemui solusi modern. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Kabupaten Kendal untuk membangun fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang mampu menghasilkan energi listrik.

​Langkah besar ini dikukuhkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Sabtu (28/3/2026). Agenda strategis ini disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari.

Advertisement

​Menteri LH Puji Akurasi Data Gubernur Luthfi

​Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hanif memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Ahmad Luthfi. Ia menilai Luthfi bukan sekadar pemimpin yang bicara normatif, melainkan sosok yang sangat menguasai detail operasional dan data persampahan di lapangan.

Baca Juga :  Resmikan Pompa Hidram, Ahmad Luthfi Apresiasi TNI AD atas Peran Besar dalam Ketahanan Pangan Jateng

​“Baru kali ini ada Gubernur yang mampu memaparkan angka-angka sampah dengan sangat akurat. Hal ini menunjukkan keseriusan Jawa Tengah dalam membenahi tata kelola sampah secara sistematis,” ujar Hanif.

​Ia menambahkan bahwa sinergi ini merupakan jawaban cepat atas arahan Presiden terkait pembangunan fasilitas waste-to-energy. Meski pembangunan fisik membutuhkan waktu sekitar tiga tahun, langkah ini diprediksi akan membawa lonjakan signifikan dalam efektivitas pengelolaan limbah di tahun 2026.

​Strategi Menuju Zero Sampah 2029

​Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa percepatan ini merupakan bagian dari misi besar nasional untuk menuntaskan persoalan sampah pada tahun 2029. Pemprov Jateng bahkan telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sampah guna memastikan kebijakan pusat berjalan efektif di daerah.

Baca Juga :  PCM Bumiayu Berangkatkan Ratusan Peserta Penggembira Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah Ke 48 di Solo

​”Sesuai target nasional, tahun 2029 kita harus zero sampah. Kami sudah membagi strategi berdasarkan skala produksinya. Daerah dengan sampah di atas 1.000 ton per hari akan dikelola secara regional menjadi energi listrik,” jelas Ahmad Luthfi.

​Sementara itu, untuk daerah dengan volume sampah lebih kecil, Pemprov Jateng mendorong optimalisasi teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Saat ini, RDF sudah berjalan di Banyumas, Cilacap, serta Magelang, dan segera disusul oleh enam kabupaten lainnya.**( Joko Longkeyang).