Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Jateng Memikat! CJIBF 2026 Sedot Investasi Rp16 Triliun dalam Sehari

Joko Longkeyang
2
×

Jateng Memikat! CJIBF 2026 Sedot Investasi Rp16 Triliun dalam Sehari

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang – Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 langsung tancap gas. Hanya dalam waktu sehari pascapembukaan, ajang ini sukses mengamankan 40 nota minat investasi atau Letter of Intent (LoI) dengan proyeksi nilai mencapai Rp16 triliun.

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengonfirmasi capaian fantastis tersebut saat menghadiri jamuan makan malam Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) di Hotel Tentrem, Semarang, Senin (11/5/2026). Menurutnya, angka tersebut merupakan hasil nyata dari pertemuan intensif (one on one meeting) antara pemangku kepentingan dan calon investor.​”Hari pertama CJIBF ini kita telah membuahkan kepeminatan yang konkret. Sebanyak Rp16 triliun potensi investasi telah disepakati untuk masuk ke Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi.

Advertisement

​Kolaborasi Strategis dan Sektor Unggulan

Baca Juga :  Tepis Isu Tak Akur, Ahmad Luthfi dan KDM Malah Asyik Bersenda Gurau

​Forum tahunan ini dibuka melalui sinergi kuat antara Pemprov Jateng, Bank Indonesia, dan Kementerian Investasi/Hilirisasi. Sebanyak 21 proyek siap tawar (ready to offer) dipresentasikan kepada para pemodal, mencakup 17 sektor strategis.

​Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, merinci bahwa minat investor tersebar di berbagai bidang, di antaranya:​Energi Terbarukan: Biomassa dan geothermal. Hilirisasi Pangan: Industri garam dan pengolahan mocaf. Kawasan Industri: Fokus pada KEK Kendal, Batang, Wijayakusuma, dan Jatengland Sayung.

​Dominasi Investor Asing dan Lokal

​Daya tarik Jawa Tengah tidak hanya memikat pemain domestik (PMDN), tetapi juga investor mancanegara (PMA). Sakina menyebutkan bahwa sejumlah pemodal asal Thailand, China, dan India telah menyatakan komitmennya untuk menanamkan modal di Bumi Perkemahan ini.”Kami akan mengawal ketat LoI ini agar benar-benar terealisasi menjadi investasi nyata. Biasanya proses dari komitmen hingga realisasi memakan waktu satu hingga dua tahun karena tahap kajian teknis,” jelas Sakina.

Baca Juga :  Slamet Winoto Nahkodai IPSM Brebes dalam Musda 2025

​Optimisme Pertumbuhan Ekonomi

​Capaian pada awal tahun ini memperkuat tren positif investasi di Jawa Tengah. Sebagai catatan, pada triwulan I 2026, realisasi investasi di wilayah ini sudah menyentuh angka Rp23,02 triliun.

​Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memasang target ambisius untuk tahun 2026, yakni kenaikan minimal 10 persen dari total realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp88,5 triliun (di luar sektor UMK). Dengan hasil impresif di CJIBF ini, target tersebut optimis dapat terlampaui guna mendorong pemerataan ekonomi di daerah.**( Joko Longkeyang).