Emsatunews.co.id, SEMARANG – Menghadapi dinamika geopolitik global dan tantangan fiskal yang kian kompleks, sebanyak 12 pemerintah provinsi di Indonesia sepakat untuk mempererat kolaborasi. Langkah strategis ini ditegaskan dalam pertemuan Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) yang digelar di Kota Semarang, Senin (11/5/2026) malam.
Pertemuan tersebut menjadi momentum krusial bagi daerah-daerah penopang ekonomi, mulai dari sektor industri, pangan, hingga pariwisata, untuk menyatukan kekuatan demi menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional.
Inovasi di Tengah Tekanan Global
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan bahwa ketidakpastian situasi dunia saat ini menuntut para pemimpin daerah untuk meninggalkan pola kerja ego sektoral. Menurutnya, kreativitas dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru menjadi kunci utama.”Tekanan fiskal yang kita hadapi saat ini mengharuskan seluruh pejabat publik untuk lebih inovatif. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri; kolaborasi antardaerah adalah keharusan untuk menjawab tantangan global,” ujar Luthfi dalam acara Gala Dinner di Hotel Tentrem.
Anggota FKD MPU yang hadir mencakup wilayah strategis, di antaranya: Pulau Jawa: DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta. Sumatera & Bali-Nusra: Lampung, Bali, NTB, dan NTT. Wilayah Tambahan: Maluku Utara dan Kepulauan Riau.
Luthfi menambahkan bahwa setiap provinsi memiliki karakteristik dan keunggulan komparatif yang unik. Dengan saling melengkapi, forum ini diharapkan mampu melahirkan terobosan dalam menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Apresiasi Pemerintah Pusat
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, melalui Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Jawa Tengah sebagai tuan rumah. Ia menyebut peran MPU sangat vital dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, terutama dalam pengawasan energi dan ketahanan pangan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih menunjukkan resiliensi yang kuat. Hingga triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang terkendali di angka 2,42 persen (yoy).
Integrasi Potensi Daerah
Kontribusi Pulau Jawa tetap menjadi motor utama dengan sumbangsih sebesar 57,24 persen terhadap ekonomi nasional. Selain itu, kekuatan fiskal daerah-daerah anggota MPU juga tergolong solid, dengan rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai berikut: DKI Jakarta: 80,71%, Banten: 74,32%, Jawa Tengah: 68,21%, Jawa Barat & Jawa Timur: Di atas 60%
Wiyagus menyimpulkan bahwa integrasi sektor manufaktur di Banten dan Jabar, kekuatan pangan di Jateng dan Lampung, serta sektor pariwisata di Bali dan NTB akan menjadi kekuatan raksasa jika dikelola melalui kerja sama konkret. Sinergi ini bukan hanya soal pertumbuhan angka, melainkan tentang membangun fondasi ketahanan nasional yang lebih kokoh. **( Joko Longkeyang).















