Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Top! 90 Persen Lulusan SMK Jawa Tengah Langsung Diserap Industri

Joko Longkeyang
21
×

Top! 90 Persen Lulusan SMK Jawa Tengah Langsung Diserap Industri

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Kudus– Dunia pendidikan vokasi di Jawa Tengah menunjukkan taji sebagai mesin pencetak tenaga kerja handal. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa sekitar 90 persen lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayahnya kini telah terserap oleh berbagai sektor industri.

​Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat mendampingi Menteri Perdagangan, Budi Santoso, meninjau sejumlah sekolah vokasi prestisius di Kabupaten Kudus pada Kamis (12/3/2026).​”Dari total 1.529 sekolah vokasi yang tersebar di Jawa Tengah, mayoritas lulusannya atau sekitar 90 persen sudah bekerja. Adapun 10 persen sisanya sebagian besar karena kendala usia yang belum mencukupi untuk masuk dunia kerja,” jelas Luthfi di sela kunjungannya.

Advertisement

​Meninjau Dapur Kreativitas Siswa

​Rombongan pejabat tersebut mengunjungi tiga sekolah unggulan, yakni SMK Raden Umar Said (RUS), SMK NU Banat, dan SMK Wisudha Karya. Kunjungan ini juga dihadiri oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton, serta jajaran Kepala Dinas terkait.

Baca Juga :  Cagub Ahmad Luthfi Pastikan Pemimpin Jateng Bukan Ndoro, Tapi Pelayanan Masyarakat 

​Di SMK Raden Umar Said, rombongan dibuat takjub oleh kemahiran siswa dalam memproduksi animasi kelas dunia. Sementara di SMK NU Banat, fokus beralih pada industri fashion dan kewirausahaan kreatif. Tak ketinggalan, SMK Wisudha Karya memamerkan kesiapan siswa di sektor maritim melalui program pelayaran.​”Ini adalah bukti konkret bahwa generasi muda kita siap pakai. Mereka memiliki kompetensi yang sangat relevan dengan kebutuhan perusahaan saat ini,” tambah Luthfi.

​Go Global: Animasi Lokal Tembus Amerika dan Jepang

​Salah satu siswa SMK RUS, Haidar, menceritakan pengalamannya menggarap proyek industri meski baru duduk di kelas XI. Ia menyebutkan bahwa karya animasi rekan-rekannya bahkan sudah menjangkau pasar internasional seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Baca Juga :  Pantau Pangan Lebaran, Mendag dan Ahmad Luthfi Gerebek Pasar Kudus

​Hal senada diungkapkan Hannah Rahmania Putri dari SMK NU Banat. Menurutnya, sekolah tidak hanya mengajarkan teori desain, tetapi juga produksi barang siap jual seperti dompet dan aksesori kulit lainnya.

​Dukungan Pasar Internasional dari Kemendag

​Merespons potensi besar tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan komitmen pemerintah untuk membantu akses pasar global. Melalui jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri, Kemendag siap mempromosikan produk maupun jasa kreatif hasil karya siswa SMK.”Kami siap menjembatani jasa animasi atau produk kreatif teman-teman SMK dengan permintaan pasar mancanegara. Ini langkah penting untuk memperkuat daya saing produk lokal di level internasional,” tegas Mendag Budi.

​Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri berjanji akan terus memperkuat ekosistem ini dengan memperluas investasi padat karya dan menambah fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah.**( Joko Longkeyang).