Emsatunews.co.id, KARANGANYAR – Jawa Tengah kembali mengukuhkan diri sebagai barometer olahraga disabilitas nasional. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, baru saja meresmikan fasilitas asrama mandiri milik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng di Desa Delingan, Karanganyar, pada Rabu (15/4/2026).

Langkah ini mencatatkan sejarah karena Jawa Tengah merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki asrama atlet sendiri khusus untuk penyandang disabilitas. Fasilitas mewah ini diharapkan menjadi “kawah candradimuka” bagi lahirnya juara-juara dunia baru.
Target Tinggi di Balik Gedung Baru
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur megah ini merupakan sebuah tantangan bagi para atlet. Ia ingin fasilitas tersebut berbanding lurus dengan raihan prestasi di masa depan.”Gedungnya baru, maka prestasinya juga harus jauh lebih baru. Fasilitas ini harus menjadi pemacu semangat untuk terus melampaui batas,” tegas Luthfi di lokasi peresmian.
Performa atlet Jawa Tengah memang bukan kaleng-kaleng. Pada perhelatan ASEAN Para Games 2025, kontingen Jateng menjadi tulang punggung Indonesia dengan menyumbangkan 44 emas, 33 perak, dan 39 perunggu. Kontribusi masif ini mencakup 32,5 persen dari total medali yang diraih Tim Garuda.
Komitmen “Ngopeni” Pahlawan Olahraga
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Pemprov Jateng mengalokasikan dana tali asih dengan total fantastis mencapai lebih dari Rp10 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama daerah.
Pada tahap awal, uang tunai sebesar Rp4,4 miliar sudah mulai didistribusikan. Sedangkan kekurangannya akan segera dicairkan melalui mekanisme APBD Perubahan.”Saya ingin terus ‘ngopeni’ (merawat) para pahlawan kita. Kekurangan sarana akan terus kita lengkapi agar mereka bisa fokus meraih prestasi,” kata Luthfi, yang juga dikenal luas sebagai Bapak Disabilitas Jawa Tengah.
Bonus Puluhan Juta untuk Juara
Salah satu penerima manfaat adalah Eliana, lifter andalan di kelas 41 kilogram. Berkat medali emas yang diraihnya, ia mengantongi bonus sebesar Rp90 juta. Bagi Eliana, perhatian besar dari pemerintah ini merupakan suntikan moral yang luar biasa.”Sangat bangga dan senang. Kehadiran asrama ini dan bonus yang kami terima akan menjadi energi tambahan untuk terus berjuang membawa nama baik Jawa Tengah dan Indonesia,” ucap Eliana haru.
Gubernur Luthfi menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa keterbatasan fisik hanyalah sudut pandang. Di matanya, para atlet disabilitas memiliki kelebihan luar biasa yang mampu mengubah keterbatasan menjadi prestasi yang mendunia.**( Joko Longkeyang).









