Scroll ke Atas
Berita UtamaBudayaNasionalWisata

Keliling Jateng! Mobil Branding Siap Viralkan Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026

Joko Longkeyang
16
×

Keliling Jateng! Mobil Branding Siap Viralkan Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, SEMARANG – Suasana halaman Museum Jawa Tengah Ranggawarsita tampak berbeda pada Senin (13/4/2026). Puluhan kendaraan dengan stiker mencolok resmi dilepas untuk menyisir jalanan lintas kota. Langkah ini merupakan strategi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen untuk menggencarkan promosi Pameran Abhirama Ranggawarsita 2026.

Advertisement

​Strategi car branding ini menyasar kaca belakang mobil dinas hingga armada transportasi daring. Tujuannya jelas: memastikan informasi mengenai pesta budaya terbesar di Jawa Tengah tersebut sampai ke pelosok daerah sebelum resmi dibuka pada 6 hingga 10 Mei mendatang.

Sinergi Budaya dan Ekonomi Kreatif

​Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudpar ekraf) Jateng, Hanung Triyono, menjelaskan bahwa mobilitas kendaraan yang tinggi menjadi alasan utama pemilihan metode promosi ini.

Baca Juga :  Wakil Bupati Brebes, Wurja, Mengunjungi Korban Tanah Longsor di Tonjong

​”Mobil-mobil ini, terutama mitra ojek daring, memiliki jangkauan yang luas. Kami ingin masyarakat sadar dan mencatat tanggalnya, bahwa ada hajatan besar di Semarang pada awal Mei nanti,” ujar Hanung saat memberikan keterangan di lokasi peluncuran.

​Hanung menekankan bahwa pameran tahun ini bukan sekadar ajang pajang koleksi. Abhirama Ranggawarsita 2026 adalah integrasi dari tiga pilar utama: kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Edukasi Sejarah hingga Konsultasi Pusaka

​Mengusung tema “Rupa Warna Rasa Nusantara: Pangan dalam Jejak Budaya”, pengunjung akan diajak menyelami sejarah pangan dari masa lalu menuju masa depan. Tidak hanya melihat diorama sejarah, pengunjung juga bisa:

  • ​Mengeksplorasi destinasi wisata unggulan Jawa Tengah.
  • ​Mendukung produk UMKM lokal dan karya kreatif teman-teman difabel.
  • ​Menyaksikan pertunjukan seni dan mengikuti diskusi publik (FGD).
  • Konsultasi Benda Pusaka: Masyarakat yang memiliki keris dapat membawa koleksinya untuk diperiksa keasliannya (tangguh) serta berkonsultasi mengenai cara perawatannya.
Baca Juga :  Kesulitan Air Bersih, Warga Kalirau Juga Dapatkan Sumur Bor Program TNI-AD

Akses Gratis untuk Masyarakat

​Kabar baik bagi masyarakat, seluruh rangkaian acara yang berlangsung dari pagi hingga malam hari ini dapat dinikmati tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

​”Kami ingin pameran ini menjadi milik semua orang. Harapannya, ekonomi daerah bergerak dan kecintaan terhadap budaya warisan leluhur semakin kuat. Mari kita ramaikan bersama,” pungkas Hanung.**( Joko Longkeyang).