Scroll ke Atas
Berita UtamaPendidikan

Silaturahmi dan Konsolidasi: Strategi Sekolah Muhammadiyah Banyumas Hadapi Era Modern

Eryanto
18
×

Silaturahmi dan Konsolidasi: Strategi Sekolah Muhammadiyah Banyumas Hadapi Era Modern

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id || Banyumas ~ Ribuan guru dan karyawan Muhammadiyah se-Banyumas memadati Auditorium Ukhuwah Islamiyyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada Sabtu (11/4/2026) dalam kegiatan yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas melalui Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Banyumas. Acara ini menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus konsolidasi untuk memperkuat arah pendidikan Muhammadiyah di tengah tantangan global.

Situasi Silaturahmi Guru dan Karyawan Sekolah-Madrasah Sekolah-Madrasah dan Tabligh Akbar Muhammadiyah Banyumas.

Sebelum acara inti dimulai, rangkaian pra acara telah digelar untuk menyambut para peserta. Memasuki sesi utama, kegiatan berlangsung tertib dipandu oleh MC, diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah oleh tim paduan suara MI Muhammadiyah Karanglo. Doa dipimpin oleh Rohman, M.Pd., yang mengawali rangkaian acara yang sarat nilai ideologis dan strategis.

Advertisement

Ketua Panitia, Welas Rarasati, M.Pd., menegaskan bahwa silaturahmi menjadi kunci penguat soliditas pendidik dan Tenaga Kependidikan Muhammadiyah sebagai kekuatan utama yang terletak pada kebersamaan dan kesamaan visi dalam mencerdaskan serta menginspirasi generasi muda.

“Didiklah generasi muda—anak-anak kita sebagai calon kader persyarikatan dengan ilmu dan akhlak yang baik. Langkah kecil hari ini bisa menciptakan perubahan besar di masa depan.” himbaunya.

Baca Juga :  DPC Srikandi Pemuda Pancasila Brebes Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan

Memasuki puncak acara, pengajian disampaikan oleh KH. Drs. Ahmad Kifni dengan pesan ideologis yang kuat. Ia menegaskan bahwa amal usaha Muhammadiyah adalah amanah persyarikatan yang harus dijaga bersama dengan penuh tanggung jawab.

Ia juga menekankan pentingnya loyalitas, keikhlasan, keteladanan, serta profesionalitas guru sebagai pilar utama pendidikan, disertai nilai taat aturan, musyawarah, adil, dan saling menghargai.

Sekolah Muhammadiyah adalah milik umat, bukan individu, sehingga harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Jadilah guru atau murid, karena di situlah kemuliaan berada.”, tegasnya.

Ketua Dikdasmen dan PNF PDM Banyumas, H. Asep Saeful Anwar, MM menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran dengan menyeimbangkan pemahaman agama dan penguasaan teknologi, sekaligus mengakui masih adanya kekurangan dalam pemahaman makna bacaan shalat di kalangan siswa. “Kita harus mendorong keseimbangan antara kecakapan IT, kemampuan sosial, dan jiwa kewirausahaan.” paparnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Dr.H.Ibnu Asaddudin, S.Ag., M.Pd menegaskan komitmen pemerintah dalam memperlakukan sekolah negeri dan swasta secara setara serta mendorong warga Muhammadiyah menjadi pribadi yang adaptif dan serba bisa. Dalam suasana hangat, ia membawakan lagu Buih Jadi Permata yang semakin menghidupkan suasana.

Baca Juga :  Sekretaris PWM Jawa Tengah: Muhammadiyah Majenang adalah salah satu PCM serasa PDM yang Unggul dan Mapan

“Tidak ada perbedaan antara sekolah negeri dan swasta, semua harus berkembang bersama, dan kita dituntut menjadi pribadi yang adaptif serta serba bisa.” pungkasnya.

Suasana semakin meriah ketika Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Prof. Dr. Rektor Jebul Suroso, turut memeriahkan acara dengan memberikan kuis interaktif. Pertanyaan tentang pendiri Kementerian Agama berhasil dijawab oleh Udji Kustowo, S.T. yang kemudian mendapatkan hadiah. Penghargaan juga diberikan kepada guru-guru termuda sebagai bentuk apresiasi regenerasi.

Sementara Ketua PDM Banyumas, KH.Drs.M. Djohar, M.Pd menegaskan pentingnya soliditas dan sinergi antar lembaga pendidikan Muhammadiyah serta mendorong penerapan pembelajaran berbasis kompetisi sebagai strategi meningkatkan daya saing siswa yang tangguh, adaptif, dan bermental juara.

“Guru adalah garda terdepan. Kekuatan Muhammadiyah ada pada kebersamaan dan sinergi para penggeraknya. Kita harus berani berubah karena pembelajaran tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi harus melatih mental kompetisi siswa.”

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah di Banyumas. Melalui semangat inovatif dan kebersamaan, Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas menegaskan kesiapan untuk menghadirkan pendidikan yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di era modern (Tarqum Aziz Jurnalismu).