“Kalau anak muda udah gak berani bertanya, dia udah kehilangan kemudaannya,” kata Anies.
Ia mendorong pelajar untuk terus melihat persoalan dari sudut pandang baru agar mampu melahirkan inovasi. Menurutnya, inovasi lahir dari solusi baru atas persoalan lama.
“Inovasi itu solusi baru atas persoalan lama,” ujarnya.
Kepada para guru, Anies menekankan bahwa kehadiran AI justru membuat peran pendidikan karakter semakin penting. Menurutnya, teknologi tidak dapat menggantikan guru yang menghadirkan nilai, etika, dan inspirasi.
“Guru dengan nilai, dengan etik, dengan inspirasi, dengan hati, bisa nggak diganti teknologi? Nggak bisa,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi pengabdian para guru yang terus mendidik di tengah perubahan zaman dan tantangan degradasi karakter akibat perkembangan teknologi digital.
Di akhir sesi, Anies mengingatkan bahwa kuliah bukan sekadar persiapan kerja, melainkan proses pengembangan potensi diri untuk berkarya di berbagai bidang yang mungkin belum ada hari ini.
“Kuliah itu bukan persiapan kerja. Kuliah itu adalah pengembangan potensi diri,” pungkasnya.*















