Emsatunews.co.id, Pemalang – Langkah strategis diambil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pemalang dalam memperkuat pengawasan partisipatif. Pada Rabu (6/5/2026), Ketua Bawaslu Pemalang, Sudadi, S.H., melakukan kunjungan resmi ke kampus Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Adias Pemalang guna membahas penguatan demokrasi dan pendidikan politik.
Kedatangan rombongan Bawaslu disambut langsung oleh Rektor ITB Adias, Dr. H. Noor Rosyadi, S.E., M.M., bersama jajaran pimpinan kampus lainnya. Pertemuan yang berlangsung hangat ini difokuskan pada upaya membangun ekosistem politik yang cerdas dan beretika, terutama menjelang kontestasi politik di masa depan.
Peran Kampus sebagai Mercusuar Demokrasi
Dalam diskusi tersebut, Dr. Noor Rosyadi menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengedukasi masyarakat. Menurutnya, kampus bukan sekadar tempat belajar teori, melainkan pusat pencerahan bagi demokrasi bangsa.”Kampus harus hadir sebagai wadah pendidikan politik yang objektif dan kritis. Melalui literasi yang tepat, kita ingin masyarakat memahami aturan main dalam demokrasi, sehingga tercipta proses politik yang santun dan bermartabat,” ujar Noor Rosyadi.
Ia menambahkan, keterlibatan akademisi sangat krusial dalam memberikan masukan objektif kepada penyelenggara pemilu agar kualitas demokrasi di tingkat lokal maupun nasional terus meningkat.
Siapkan Intelektual Muda untuk Pengawasan Partisipatif
Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, Dian Murdianingsih, S.E., M.Si., Ak., dan Eli Irfandi, S.M., M.Si., Ak. Pihak ITB Adias menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan potensi ratusan mahasiswa sebagai pengawas partisipatif maupun pemilih yang kritis.
Ketua Bawaslu Pemalang, Sudadi, S.H., memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan pihak kampus. Ia berharap kolaborasi ini menjadi motor penggerak bagi generasi muda di Pemalang untuk tidak apatis terhadap politik.
Sinergi antara lembaga pengawas dan dunia pendidikan ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran pemilu serta memberikan pemahaman mendalam mengenai etika kampanye. Pertemuan diakhiri dengan sesi tukar gagasan dan komitmen bersama untuk mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan damai di Bumi Ikhlas.( Joko Longkeyang)















