Emsatunews.co.id, PEKALONGAN – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menunjukkan aksi nyata dalam memerangi pencemaran lingkungan. Bersama Sekda Jateng Sumarno dan tiga aktivis lingkungan asal Prancis dari komunitas Sungai Watch, Luthfi ikut terjun langsung dalam gerakan “Run for Rivers” di Kota Pekalongan pada Kamis (7/5/2026).
Aksi ini bukan sekadar olahraga lari biasa. Saat melintasi kawasan Kergon, rombongan berhenti sejenak untuk memunguti sampah yang menyumbat aliran sungai. Ratusan peserta, mulai dari pegiat komunitas lari hingga warga setempat, tampak antusias bahu-membahu membersihkan limbah domestik dari badan air.
Kejar Target Jawa Tengah Bebas Sampah 2028
Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kehadiran Gary, Sam, dan Kelly Benchegib (pendiri Sungai Watch) harus menjadi pemicu semangat (trigger) bagi warga Jawa Tengah untuk lebih peduli terhadap ekosistem sungai.”Target kita jelas, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Jawa Tengah harus zero sampah pada tahun 2028. Masalah ini harus diselesaikan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir,” ujar Luthfi di sela-sela kegiatan.
Berdasarkan data, timbulan sampah di Jawa Tengah mencapai 6,3 juta ton per tahun dengan tren kenaikan hingga 11 persen. Saat ini, baru sekitar 30 persen sampah yang berhasil diolah secara maksimal. Untuk mengejar target tersebut, Pemprov Jateng tengah menyiapkan sistem pengolahan sampah RDF dan pengolahan berbasis aglomerasi di wilayah Pekalongan Raya, Semarang Raya, hingga Tegal Raya.
Kolaborasi Global untuk Sungai Lokal
Aksi “Run for Rivers” sendiri merupakan misi lari sejauh 1.200 kilometer dari Bali menuju Jakarta. Founder Sungai Watch, Sam Benchegib, menyatakan kekagumannya atas keterlibatan langsung pucuk pimpinan daerah dalam aksi kotor-kotoran membersihkan sungai.”Dukungan dari pemerintah daerah seperti ini adalah energi besar bagi kami. Hampir semua sungai yang kami lalui, termasuk di Blora dan Demak, masih memiliki masalah sampah. Solusinya hanya satu: kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat,” ungkap Sam.
Sam juga membocorkan rencana ekspansi Sungai Watch untuk mulai beroperasi di Jawa Tengah setelah sebelumnya sukses menjalankan program di Bali dan Jawa Timur.
Budaya Memilah dari Rumah
Gubernur Luthfi kembali mengingatkan bahwa perubahan besar harus dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga. Ia mendorong skema penanganan berjenjang mulai dari tingkat RT hingga kabupaten.”Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Kita butuh MoU dengan kabupaten/kota untuk mereduksi sampah secara mandiri. Kelurahan menjadi pengepul, kecamatan sebagai koordinator, dan kabupaten sebagai penyelesai masalah,” pungkasnya sebelum melanjutkan lari menuju Museum Batik Pekalongan.( Joko Longkeyang).















