Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

Cetak Sejarah! Jateng Jadi Pionir Pendidikan Koperasi untuk Jutaan Siswa

Joko Longkeyang
29
×

Cetak Sejarah! Jateng Jadi Pionir Pendidikan Koperasi untuk Jutaan Siswa

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang – Sebuah terobosan besar dalam dunia pendidikan dan ekonomi baru saja lahir di Jawa Tengah. Provinsi ini resmi menjadi pelopor pertama di Indonesia yang menerapkan pendidikan perkoperasian secara terstruktur di lingkungan sekolah demi membangun karakter generasi muda yang mandiri.

​Melalui program bertajuk Insersi Pendidikan Perkoperasian yang diluncurkan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Jumat (5/6/2026), kebijakan ini ditargetkan mampu menjangkau sekitar 6,38 juta pelajar. Angka tersebut mencakup siswa dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga SLB di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Advertisement

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa langkah strategis ini bertujuan untuk menghidupkan kembali pilar ekonomi bangsa kepada generasi Z hingga generasi Alpha. Menurutnya, pemahaman mengenai koperasi merupakan amanat langsung dari Pasal 33 UUD 1945 sekaligus selaras dengan visi Koperasi Merah Putih.

​”Program ini sama sekali tidak mengubah atau menambah mata pelajaran baru sehingga tidak akan membebani siswa. Materi perkoperasian ini disisipkan atau diinsersikan ke dalam mata pelajaran yang sudah berjalan,” tutur Ahmad Luthfi.

​Ia menambahkan, kesiapan program ini sudah matang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyusun modul khusus serta memberikan pembekalan teknis kepada para kepala sekolah, pengawas, dan guru di lapangan.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Pemalang Menjadi Tempat Study Banding DPRD Kabupaten Pekalongan

​Penerapan materi tersebut nantinya disesuaikan dengan tingkat usia peserta didik:

​SD/MI: Difokuskan pada pengenalan nilai dasar gotong royong.

​SMP/MTs: Mulai mempelajari manajemen, organisasi, dan manfaat nyata koperasi.

​SMA/SMK/MA: Diarahkan pada simulasi praktik koperasi dan dunia kewirausahaan.

​SLB: Diselaraskan secara khusus dengan karakteristik dan kebutuhan para siswa.

​Langkah progresif ini menuai apresiasi tinggi dari para menteri dan pejabat pusat yang hadir. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyebut Jawa Tengah telah mengukir sejarah baru dalam dunia ekonomi Pancasila.

​”Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bapak Gubernur. Jateng adalah provinsi pertama yang menginisiasi insersi kurikulum koperasi ini. Kami berharap daerah lain segera menyusul,” ungkap Ferry.

Baca Juga :  Evakuasi Longsor Situkung Dipercepat, Gubernur Luthfi Ingatkan Waspada Bencana Susulan

​Ferry juga menekankan bahwa koperasi modern bukan lagi sekadar tempat simpan pinjam konvensional, melainkan wadah usaha berbasis kebersamaan yang bisa menjadi solusi lapangan kerja masa depan bagi generasi muda.

​Dukungan serupa datang dari Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang menyatakan kesiapan institusinya untuk mengawal program ini di bawah lembaga pendidikan keagamaan. Ia menilai esensi koperasi sangat sejalan dengan prinsip religius seperti tolong-menolong dan kepedulian sosial. Bahkan, konsep ini ke depan bisa dieksplorasi lebih luas di lingkungan pondok pesantren dan rumah ibadah.

​Di sisi lain, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, melihat program insersi ini sebagai media efektif untuk membentuk karakter siswa, mulai dari menanamkan kejujuran, kepemimpinan, hingga tanggung jawab bersama tanpa harus mengorbankan kurikulum yang ada.

​Melalui investasi pendidikan jangka panjang ini, jutaan pelajar di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki mentalitas wirausaha yang kokoh demi kesejahteraan bersama di masa depan.*( Joko Longkeyang ).