PEMALANG, emsatunews.co.id – Upaya pencarian intensif yang dilakukan Tim SAR Gabungan selama tiga hari terakhir akhirnya membuahkan hasil. Hafiz Riszky Alwafi (6), bocah asal Perumahan Balai Agung Saradan yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Comal, Dusun Balutan, Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, korban yang merupakan anak berkebutuhan khusus tersebut sebelumnya dinyatakan hilang terseret arus pada Sabtu (13/6/2026) sekira pukul 10.30 WIB. Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian sempat melihat korban berada di area sungai dan melambaikan tangan meminta pertolongan sebelum akhirnya hilang terbawa derasnya arus sungai.
Komandan Tim SAR yang memimpin operasi pencarian mengungkapkan bahwa jasad korban berhasil dievakuasi pada Senin (15/6/2026) pagi, sekira pukul 09.00 WIB.
”Korban ditemukan mengapung dengan jarak sekitar 200 meter dari titik awal lokasi kejadian. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RS Comal Baru untuk dilakukan pemeriksaan medis (visum) sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.
Dengan ditemukannya jasad korban, Operasi SAR Gabungan secara resmi dinyatakan ditutup pada Senin (15/6/2026) pukul 09.35 WIB.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini. Sinergitas yang kuat terlihat dari keterlibatan BASARNAS Pemalang, PMI, Damkar Pos Comal, jajaran Kecamatan Comal, Kelurahan Purwoharjo, Pemalang Rescue, ORARI, SAR MTA, serta warga masyarakat setempat yang saling bahu-membahu sejak hari pertama pencarian.
Imbauan Kamtibmas untuk Masyarakat
Berkaca dari tragedi memilukan ini, pihak berwenang bersama sukarelawan kemanusiaan mengeluarkan maklumat penting bagi warga Kecamatan Comal dan sekitarnya: Tingkatkan Pengawasan Anak: Orang tua diminta memperketat pengawasan terhadap buah hati, terutama saat menghadiri kegiatan keluarga atau beraktivitas di sekitar bantaran sungai. Pastikan anak-anak tidak bermain tanpa pendampingan orang dewasa. Waspadai Arus Sungai: Aliran Sungai Comal memiliki karakteristik arus yang cukup deras. Hindari segala bentuk aktivitas di tepi sungai, khususnya saat debit air mengalami peningkatan atau pasang. Edukasi Tanggap Darurat: Ajarkan anak-anak secara dini untuk berani berteriak meminta pertolongan jika berada dalam situasi bahaya, serta kenalkan nomor layanan darurat seperti 112 atau 110.
Segenap redaksi dan relawan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya ananda Hafiz. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi ujian ini.**















