Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Jumat Bersih, Bupati Anom Widiyantoro Memulihkan Ruang Hidup Kota

Joko Longkeyang
5
×

Jumat Bersih, Bupati Anom Widiyantoro Memulihkan Ruang Hidup Kota

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id — Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kembali mengintensifkan penataan ruang publik kota melalui Gerakan Jumat Bersih. Langkah ini menjadi bagian dari strategi taktis pemerintah daerah untuk merevitalisasi fungsi taman kota sekaligus mengikis kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan yang masih menjadi tantangan laten di tengah masyarakat.

​Gerakan kolektif atau korve kali ini dipusatkan di kawasan Taman Patih Sampun Sirandu, Jumat (19/6/2026). Agenda yang dipimpin langsung oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Pemalang Tutuko Raharjo ini melibatkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Pemalang.​”Ikhtiar kolektif ini bukan sekadar agenda seremonial harian, melainkan manifestasi dari program besar Pemalang Hijau, Apik, dan Bersih. Kami ingin memastikan setiap jengkal ruang publik di wilayah ini kembali pada fungsinya yang sehat, asri, dan aman bagi interaksi sosial warga,” ujar Anom di sela-sela pembersihan.

Advertisement
Baca Juga :  Tampilan Kader Tapak Suci Bumiayu Sukses Memukau Jama’ah Tabligh Akbar Jum’at Kliwon Muhammadiyah Bumiayu

​Penataan Estetika Kota

​Taman Patih Sampun selama ini menjadi salah satu titik yang mendapatkan perhatian serius akibat penurunan kualitas lingkungan. Kondisi vegetasi yang tidak terawat serta minimnya sistem pencahayaan di malam hari sempat membuat ruang terbuka hijau ini terkesan kumuh dan rawan disalahgunakan.

​Melalui intervensi pembersihan menyeluruh, pemangkasan dahan pohon yang menghalangi pandangan, serta penataan lansekap, wajah taman di pusat kota Pemalang tersebut kini mulai mengalami perubahan signifikan.

​”Sebelumnya kawasan ini terasa sangat rimbun, gelap, dan rungsep sehingga mengurangi kenyamanan publik. Kini, setelah penataan bertahap, suasananya mulai bersih dan terang. Intervensi visual seperti ini penting agar masyarakat merasa memiliki dan aman saat berkunjung,” kata Anom menjelaskan.

​Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran aparatur di tingkat akar rumput, mulai dari camat, kepala desa, hingga lurah, yang mulai mereplikasi gerakan serupa di wilayah masing-masing. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekosistem perkotaan yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga :  Disaksikan Bupati, PSIP Pemalang Tumbangkan Batang 1-0 di Kandang Dalam Kualifikasi Porprov 2026

​Tantangan Budaya Laten

​Kendati intervensi fisik terus dilakukan oleh pemerintah daerah, keberlanjutan kebersihan ruang publik dinilai sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat. Akumulasi sampah domestik yang kerap berserakan di sekitar area publik menunjukkan bahwa kesadaran ekologis warga masih memerlukan edukasi yang konsisten.

​Anom menegaskan, penataan infrastruktur hijau tidak akan pernah mencapai hasil optimal tanpa dibarengi dengan transformasi budaya hidup bersih di tingkat keluarga. Disiplin membuang sampah pada tempat yang telah disediakan secara tertib menjadi fondasi utama.​”Pemerintah bisa membersihkan taman ini setiap minggu, namun kunci utamanya tetap berada di tangan warga. Menumbuhkan budaya hidup bersih dan ketertiban membuang sampah adalah investasi sosial paling krusial untuk masa depan Pemalang yang lebih sehat,” tuturnya menegaskan.*( Joko Longkeyang).