PEMALANG, Emsatunews.co.id – Langkah taktis diambil oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam mengawal momentum sakral pergantian tahun baru Islam. Guna memastikan atmosfer wilayah tetap sejuk dan harmonis, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menginisiasi ruang dialog sekaligus penandatanganan komitmen bersama menjelang peringatan 1 Suro 1448 Hijriah.
Agenda strategis yang dikemas dalam acara Silaturahmi dan Deklarasi Damai ini berlangsung khidmat di Gedung Sasana Bakti Praja, Pemalang, pada Jumat (12/6/2026).
Langkah preventif ini melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para pimpinan dari 15 cabang olahraga bela diri yang berbasis di Kabupaten Pemalang. Fokus utamanya adalah menyamakan persepsi agar perayaan tradisi tahunan tidak ternodai oleh gesekan di lapangan.
Dalam arahannya, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menegaskan bahwa tradisi 1 Suro merupakan aset kultural bernilai tinggi yang sarat akan makna spiritual. Oleh karena itu, pelestariannya wajib bersandar pada koridor hukum dan ketertiban umum.
”Silaturahmi hari ini adalah ikhtiar kolektif kita untuk memuliakan tradisi leluhur dengan cara yang elegan. Pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda berkomitmen penuh ruang gerak positif ini, dengan catatan, stabilitas dan keamanan daerah tetap menjadi panglima tertinggi,” tegas Anom di hadapan para tokoh pesilat.
Anom juga menitipkan pesan mendalam agar para ketua perguruan mampu menjadi jangkar kedamaian yang efektif dalam meredam potensi riak di akar rumput, terutama saat memobilisasi anggota masing-masing.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pemalang, Joko Ngatmo selaku motor penggerak acara menjelaskan, jembatan komunikasi ini sengaja dibangun lebih awal. Tujuannya jelas, yakni mengikis potensi miskomunikasi antarkelompok sejenis dan mempertebal rasa saling menghargai.
Di tempat yang sama, Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana memberikan atensi khusus terkait teknis pengamanan di lapangan. Pihaknya mengimbau agar marwah bulan Suro yang suci diisi dengan kegiatan reflektif, bukan aksi-aksi yang memicu resistensi publik.
”Kami meminta dengan sangat kepada seluruh elemen perguruan untuk menahan diri. Hindari aktivitas konvoi di jalan raya, jauhi narasi provokatif di media sosial, dan mari tunjukkan bahwa insan pencak silat di Pemalang adalah teladan dalam kedisiplinan dan persatuan,” pungkas Kapolres.
Melalui deklarasi ini, seluruh pihak yang hadir resmi menyepakati piagam perdamaian, menandakan kesiapan Kabupaten Pemalang menjadi daerah yang ramah budaya sekaligus aman bagi seluruh lapisan masyarakat.*( Joko Longkeyang).















