Berita UtamaDaerahPemalang

Camat Comal: Pengajar Al-Qur’an Adalah Benteng Pertahanan Moral di Akar Rumput

Joko Longkeyang
9
×

Camat Comal: Pengajar Al-Qur’an Adalah Benteng Pertahanan Moral di Akar Rumput

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co – Derasnya arus digitalisasi dan perkembangan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua bagi masa depan generasi muda. Jika tidak dibentengi dengan fondasi spiritual yang kokoh, penetrasi dunia digital dikhawatirkan dapat mengikis nilai-nilai moral dan karakter anak-anak di tingkat akar rumput (grassroots).

​Menyikapi tantangan nyata tersebut, Pemerintah Kecamatan Comal melakukan langkah strategis dengan memperkuat kompetensi para pendidik keagamaan. Upaya ini diwujudkan melalui pembukaan agenda “Pelatihan dan Pendampingan Metodologi Al-Husna” yang dipusatkan di TPQ Al Asma 11 Comal, Dusun Il Sirandu, RT 02 RW 11, Desa Purwosari, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2026) yang digawangi oleh Drs. Fajar Riyanto Bangun Budi Utomo, S.Pd

Advertisement

​Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Camat Comal, Muchammad Maksum, S.IP., M.M. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran panitia penyelenggara, narasumber kompeten, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta puluhan utusan pengajar Al-Qur’an dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Comal.

Baca Juga :  Gelar Baitul Arqam, Muhammadiyah Australia Kembali Bangun Sejarah

​Menghadapi Gempuran Disrupsi Digital

​Dalam arahannya, Camat Comal Muchammad Maksum menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiasi gerakan edukasi ini. Menurutnya, niat mulia dalam mendidik anak-anak tidak lagi cukup jika tidak dibarengi dengan pendekatan atau metodologi yang tepat dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

​Metodologi Al-Husna dinilai hadir sebagai solusi taktis sekaligus jembatan efektif agar masyarakat, khususnya generasi z dan alfa, dapat membaca, memahami, serta mencintai Al-Qur’an dengan metode yang interaktif, mudah, dan menyenangkan.”Tantangan zaman hari ini luar biasa besar. Gempuran teknologi jika tidak kita bentengi dengan nilai-nilai spiritual yang kuat bisa merusak moral generasi kita. Oleh karena itu, kehadiran para pendamping yang kompeten di Kecamatan Comal menjadi sangat krusial,” tegas Muchammad Maksum, Sabtu (4/7/2026).

​Ia menambahkan bahwa para guru mengaji dan pendamping keagamaan merupakan garda terdepan sekaligus benteng pertahanan moral yang menjaga lingkungan pemukiman warga dari dampak negatif disrupsi sosial.

Baca Juga :  Resmikan Jembatan Bantaragung, Pangdam IV/Diponegoro Buka Isolasi Wilayah di Pemalang

​Tiga Target Utama Standardisasi Pendidikan

​Lebih lanjut, Muchammad Maksum menekankan tiga poin penting yang harus dicapai oleh para peserta pascapelatihan ini. Pertama, pengajar dituntut mampu menyerap ilmu kepengajaran secara maksimal melalui ruang diskusi aktif bersama para instruktur selama pelatihan berlangsung. Kedua, adanya standardisasi untuk menyamakan persepsi metode pengajaran demi meratanya kualitas output pendidikan Al-Qur’an di Comal.

​Ketiga, aspek implementasi langsung yang bersifat segera. Selepas mengikuti kegiatan pendampingan ini, para peserta diharapkan langsung mempraktikkan metodologi tersebut di lingkungan majelis taklim, TPQ, maupun surau di wilayah masing-masing.

​Pemerintah Kecamatan Comal menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program keagamaan yang berorientasi pada pembangunan manusia. Langkah ini krusial demi mewujudkan tatanan masyarakat yang seimbang, yaitu tidak hanya maju dari segi pembangunan fisik infrastruktur dan ekonomi, melainkan juga tangguh secara spiritual dan berakhlak mulia.( Joko Longkeyang).