Emsatunews.co.id, Pemalang – Mobilitas warga di perbatasan Kecamatan Ampelgading dan Kecamatan Bodeh kini memasuki babak baru. Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat, S.E., M.Han., secara resmi meresmikan Jembatan Gantung Bantaragung yang menjadi urat nadi penghubung dua wilayah tersebut pada Rabu (1/4/2026).
Jembatan yang menghubungkan Dusun Bantaragung (Desa Sokawati) dengan Dusun Kalilanang (Desa Payung) ini merupakan buah kolaborasi strategis antara Kodam IV/Diponegoro dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY.
Solusi Konkret untuk Rakyat
Dalam kunjungannya ke wilayah Kodim 0711/Pemalang, Pangdam menegaskan bahwa proyek ini merupakan implementasi dari program strategis nasional. Tujuannya jelas: memastikan masyarakat di daerah terpencil tidak lagi terisolasi.”Jembatan ini adalah instruksi langsung Bapak Presiden untuk membuka akses di wilayah terisolir. Kami ingin aktivitas harian warga, baik ekonomi maupun pendidikan, bisa berjalan lebih aman dan efisien,” ujar Mayjen TNI Achiruddin Darojat di sela-sela peninjauan lokasi.
Pangdam juga memastikan bahwa komitmen TNI dalam pembangunan infrastruktur daerah akan terus berlanjut di titik-titik lain yang membutuhkan sentuhan percepatan pembangunan.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Kehadiran jembatan ini disambut hangat oleh Bupati Pemalang, Anom Widyantoro. Ia menilai sinergi antara TNI dan pemerintah daerah telah memberikan dampak nyata, terutama dalam mitigasi bencana dan penyediaan fasilitas publik.“Kami sangat berterima kasih kepada jajaran TNI. Dukungan mereka, mulai dari penanganan banjir hingga pembangunan jembatan permanen seperti ini, sangat dirasakan manfaatnya oleh warga Pemalang,” ungkap Anom.
Simbol Konektivitas Baru
Prosesi peresmian berlangsung khidmat dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita, serta tradisi potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Pangdam didampingi oleh Kepala BBPJN Jateng-DIY Muhammad Ikbal Tamher, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, serta jajaran Forkopimda Pemalang.
Dengan beroperasinya Jembatan Bantaragung, tantangan geografis yang selama ini menghambat mobilitas antar-kecamatan diharapkan sirna. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi lokal serta memudahkan akses layanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat setempat.**( Joko Longkeyang)















