SEMARANG, Emsatunews.co.id — Keterbatasan daya tampung sekolah negeri kini tak lagi menjadi benteng penghalang bagi anak-anak keluarga kurang mampu di Jawa Tengah untuk meraih cita-cita. Lewat langkah terobosan Program Sekolah Kemitraan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng 139 sekolah swasta dengan menyuntikkan dana APBD guna membiayai 5.004 kursi pendidikan secara gratis.
Atas inovasi berdampak luas ini, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi resmi dinobatkan sebagai Kepala Daerah Penggagas Program Sekolah Kemitraan Pertama di Indonesia oleh Jawa Pos Radar Semarang. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung dalam Malam Puncak Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 di Patra Semarang Hotel and Convention, Jumat malam (25/9/2026).
Program strategis ini lahir dari ketimpangan nyata di lapangan. Pada tahun ajaran 2026/2027, lulusan SMP sederajat di Jawa Tengah menembus angka 567.500 siswa, sementara kapasitas SMA/SMK negeri hanya mampu menampung sekitar 40,83 persen atau 231.724 siswa. Melalui skema kemitraan dengan 56 SMA dan 83 SMK swasta, sebanyak 3.676 siswa kurang mampu telah berhasil terserap pada gelombang pertama.
Di hadapan para tamu undangan, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa piagam penghargaan bukanlah muara akhir dari kebijakan publik yang ia rancang. Menurutnya, apresiasi ini merupakan pelecut semangat untuk melahirkan intervensi sosial yang jauh lebih berdampak.
”Keberhasilan mendapatkan piagam penghargaan bukan tujuan utama. Namun, bagaimana penghargaan ini memacu kita untuk terus membuat terobosan yang bermanfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Luthfi usai menerima penghargaan.
Ia menjelaskan bahwa Sekolah Kemitraan sengaja dirancang sebagai senjata ampuh memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan menengah dan vokasi yang terhubung langsung dengan industri. Ke depan, Pemprov Jateng berkomitmen menambah kuota dan memperluas kemitraan.
Suasana haru sempat menyelimuti ruang acara ketika Noval Surya Saputra, siswa penerima manfaat dari SMA Laboratorium UPGRIS Semarang, menyampaikan rasa terima kasihnya secara langsung di atas panggung. Tangis haru pecah saat Luthfi memeluk hangat dan mencium kening siswa tersebut, mengingatkan publik pada komitmen humanis Pemprov Jateng dalam menjamin hak belajar setiap anak bangsa.( Joko Longkeyang).














