Emsatunews.co.id, Pemalang — Suasana riuh penuh semangat keagamaan mewarnai gelaran Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD ke-XXVII Tingkat Kecamatan Comal. Ratusan siswa Sekolah Dasar dari pelbagai penjuru kecamatan berkumpul untuk menguji ketangkasan ilmu agama serta bakat seni Islami mereka.
Agenda tahunan tahun ini bertempat di SD Muhammadiyah 1 Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, berlangsung khidmat pada Sabtu (26/9/2026). Gelaran kali ini mengusung tema besar: “Bersinergi Meraih Prestasi Melalui MAPSI SD Menuju Indonesia Emas 2045 Yang Beradab dan Berkeadilan”.
Camat Comal, Muchammad Maksum, S.IP., M.M., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, guru pendamping, hingga jajaran panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan kompetisi ini.
Dalam wawancaranya, Muchammad Maksum menyampaikan ucapan selamat bertanding kepada seluruh kontestan yang menjadi perwakilan terbaik dari sekolah masing-masing.”Selamat mengikuti Lomba MAPSI XXVII untuk anak-anakku sekalian. Jadikan ajang ini bukan sekadar mengejar piala, melainkan sebagai wadah mengasah potensi diri, menguatkan karakter Islami, serta memupuk silaturahmi antar-siswa se-Kecamatan Comal,” ujar Maksum.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai moral sejak dini sebagai fondasi utama menyongsong masa depan bangsa. Menurutnya, kompetisi seperti MAPSI berperan strategis dalam membentuk SDM unggul yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlaqul karimah
”Untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan generasi yang tidak cuma menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan, melainkan juga memiliki kedalaman agama, sifat beradab, serta rasa keadilan,” pungkasnya.
Lomba MAPSI XXVII Tingkat Kecamatan Comal tahun ini menyajikan beragam bidang kompetisi yang komprehensif. Mulai dari cabang akademis seperti Pengetahuan PAI dan BTW, hingga praktik ibadah mencakup Praktik Wudu dan Sholat, serta Adzan dan Istiqomah.
Tak ketinggalan, keindahan seni dan literasi Islam turut dilombakan melalui Tilawatil Qur’an, Hifzil Qur’an, Kaligrafi dan Khat, Khitabah, Macapat Islami, hingga Cerita Islami. Di era digital, kecakapan siswa juga diuji pada cabang Teknologi Informasi dan Komunikasi Islami. Suasana makin semarak dengan unjuk kebolehan pada cabang Duet Lagu Religi serta Musik Rebana.
Melalui sinergi erat antara pemerintah kecamatan, pendidik, dan masyarakat, ajang ini diharapkan mampu mencetak tunas-tunas bangsa yang siap membawa nama harum Pemalang di tingkat kabupaten hingga nasional.( Joko Longkeyang)?














