Namun, generasi muda, kata Taj Yasin, jangan hanya ditempatkan sebagai pengguna teknologi. Mereka perlu didorong menjadi pencipta teknologi yang mampu menghasilkan aplikasi dan program untuk menjawab persoalan di lingkungan sekitarnya.
“Anak-anak kita jangan hanya menjadi pengguna. Mereka harus kita dorong menjadi pencipta aplikasi dan program yang bisa memberikan solusi,” katanya.
Taj Yasin mengapresiasi YCWC 2026 karena memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk belajar, bereksperimen, sekaligus mengembangkan inovasi berbasis teknologi.
Ia berharap kegiatan semacam itu tidak berhenti sebagai kompetisi. YCWC dapat menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta muda Jawa Tengah di bidang teknologi.
“Semakin banyak ruang bagi anak-anak untuk belajar coding dan AI, semakin besar peluang kita melahirkan inovator muda yang bisa berkontribusi untuk kemajuan Jawa Tengah,” ujarnya.
Taj Yasin juga meyakini talenta muda Jawa Tengah memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional. Karena itu, kegiatan seperti YCWC perlu diperbanyak dan diperluas.
“Saya berharap dengan adanya eksibisi kali ini akan mencetuskan atau menjaring anak-anak yang luar biasa dalam program, sehingga ini akan membanggakan kita bersama,” pungkasnya.*














