Berita UtamaBrebes

Wahana Dinosaurus Jadi Magnet Baru, Gbf 2026 Hari Kelima Diserbu Pengunjung

Eryanto
9
×

Wahana Dinosaurus Jadi Magnet Baru, Gbf 2026 Hari Kelima Diserbu Pengunjung

Sebarkan artikel ini

EMSATYNEWS.CO.ID, BREBES – Gebyar Bumiayu Fair/Gbf 2026 memasuki hari kelima, Selasa, 1 September 2026. Semaraknya semakin terasa. Ribuan pengunjung memadati kawasan acara, dan satu tempat menjadi buruan utama yakni Wahana Dinosaurus.

Antrian pengunjung menumpuk di loket tiket dan di dalam wahana. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua rela mengantre demi merasakan sensasi bertemu raksasa purba yang baru pertama kali hadir di Gbf.

Sensasi Edukatif Yang Bikin Penasaran

Salah satu pengunjung, Desi (35), datang bersama suami dan anaknya khusus untuk menjajal wahana baru tersebut.

“Ia mas saya jadi penasaran seperti apa sih di dalam wahana Dinosaurus? Kebetulan anak juga mintain terus buat ke Gbf jadi saya ajak semua keluarga,” tutur Desi.

Baca Juga :  Ratusan Jama’ah Ikuti Kajian Ahad Pagi PCM Bumiayu Brebes

Ia mengaku puas setelah masuk. Dengan tiket hanya Rp 20.000, Desi merasa mendapat pengalaman lebih dari sekadar hiburan.

“Alhamdulillah saya puas dan tidak kecewa. Ini bisa jadi cara mengenalkan anak tentang sejarah hewan purbakala Dinosaurus agar mereka ta henti selalu bersyukur dan mengagumi sang Penciptanya,” ujarnya.

Desi juga mengapresiasi panitia. Menurutnya Gbf tahun ini lebih rapi, aman, dan terasa lebih hidup karena petugas aktif berkeliling.

“Yang saya rasakan saat ini Gbf lebih bagus. Panitianya mau berkeliling ke setiap sudut dan wahana. Kami sebagai pengunjung juga merasa aman,” tandasnya.

Panitia Komitmen Jaga Kualitas

Ketua Panitia Gbf 2026, Edi Riyanto, S.H., M.H., menegaskan pihaknya berkomitmen penuh menjaga kelancaran acara hingga penutupan dan selalu menjaga kekompakan.

Baca Juga :  Barang Kepokmas di Pemalang Layak Dikonsumsi Masyarakat

“Kita akan terus pantau sampai dengan akhir gelaran Gbf selesai. Apa pun masukan dari masyarakat akan kita tampung dan kita kaji,” paparnya.

Ia menyebut masukan pengunjung menjadi bahan evaluasi penting agar festival rakyat ini benar-benar memberikan layanan, kenyamanan, dan kebahagiaan. “Jangan sampai mengecewakan,” tegas Edi.

Dari Nuansa Islami Hingga Dangdut Mengguncang

Kemeriahan Gbf tidak hanya di wahana saja. Sore harinya panggung utama diisi Festival Rebana dengan lantunan kasidah bernuansa lagu-lagu islami.

Memasuki malam, suasana berubah total. Orkes Dangdut Mahardika naik panggung dan membuat ribuan pengunjung tumpah ruah, bergoyang dan bernyanyi bersama hingga tengah malam.

Hari kelima Gbf 2026 pun ditutup dengan kepuasan. Bagi warga Bumiayu dan sekitarnya. Gbf bukan sekadar pasar malam, ini pesta rakyat yang ekonomis, edukatif, dan menghibur.***