Emsatunews.co.id, Pemalang — Ribuan warga di pesisir Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, terpaksa mengawali hari di tengah kepungan banjir, Minggu (18/1/2026). Di tengah lumpuhnya aktivitas ekonomi akibat luapan Sungai Comal, aksi solidaritas muncul untuk memastikan dapur warga tetap mengepul.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pemalang sejak Sabtu (17/1) mengakibatkan debit air Sungai Comal meluap. Berdasarkan pantauan di lapangan, air mulai merangsek ke pemukiman warga sekitar pukul 01.30 WIB. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai 1,2 meter di titik terdalam.
Beberapa wilayah di Kecamatan Comal dan Ulujami, seperti Desa Susukan, Klegen, Kebojongan, Limbangan, hingga Pesantren, terdampak cukup parah. Namun, Desa Mojo menjadi perhatian utama karena air di wilayah ini sulit surut akibat pertemuan luapan sungai dengan fenomena rob atau pasang air laut.
Pimpinan DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi PKB, Slamet Ramuji, yang terjun langsung ke lokasi banjir di Desa Mojo, mengungkapkan keprihatinannya. Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yang meliputi Bodeh, Comal, dan Ulujami, ia melihat langsung dampak yang dialami konstituennya.”Data sementara menunjukkan ada sekitar 1.212 rumah yang terendam, mencakup kurang lebih 4.576 jiwa. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun warga saat ini kesulitan akses karena air masih bertahan, dan pagi ini saya dengan tim membagikan nasi bungkus kepada warga untuk sarapan,” ujar Slamet di sela pembagian bantuan, Minggu pagi.( 18/01/2026 ).
Aksi kemanusiaan yang dilakukan Slamet Ramuji bersama kader PKB, Ansor, dan Banser ini terbilang unik. Alih-alih membawa logistik dari luar, mereka justru memberdayakan warung-warung milik warga sekitar yang terdampak untuk menyediakan ribuan nasi bungkus sebagai sarapan pagi.
Sopiyah, salah satu pemilik warung, mengaku terbantu dengan langkah ini. “Warung saya diborong 200 bungkus. Di tengah kondisi susah begini, setidaknya ada pemasukan dan kami bisa bantu sesama,” ucapnya.
Senada dengan Sopiyah, Wijayanti terpaksa memasak di rumah karena warungnya terendam air. Ia menerima pesanan sebanyak 500 nasi bungkus untuk dibagikan kepada para tetangganya. “Alhamdulillah, meski tidak bisa buka warung, ada pesanan 500 bungkus dari Pak Slamet Ramuji anggota DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi PKB jadi kami masak di rumah,” katanya.
Bantuan ini disambut haru oleh warga. Riyanti, warga Desa Mojo, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan pangan yang datang di saat yang tepat. Mengingat cuaca di lokasi hingga saat ini masih turun hujan, warga berharap adanya penanganan jangka panjang agar siklus banjir tahunan ini dapat segera teratasi.( Joko Longkeyang)















