Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Musrenbang Kecamatan Pemalang, Fahmidh Dhuha Sebut Sampah dan Banjir Jadi PR Besar Tahun 2026

Joko Longkeyang
13
×

Musrenbang Kecamatan Pemalang, Fahmidh Dhuha Sebut Sampah dan Banjir Jadi PR Besar Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Penanganan masalah lingkungan dan pelayanan kesehatan menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pemalang yang digelar di Pendopo Kecamatan, Selasa (3/2/2026). Forum strategis ini menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan ekonomi dan perbaikan infrastruktur dasar.

Kegiatan yang mengusung tema “Mengembangkan Potensi Perekonomian Melalui Pembangunan Pariwisata Terintegrasi, Industri Pertanian dan Perikanan, serta Pengembangan UMKM” tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, Anggota DPRD Kabupaten Pemalang Dapil 1, Lurah, Kepala Desa, hingga tokoh masyarakat dan pemuda se-Kecamatan Pemalang.

Advertisement

Anggota DPRD Kabupaten Pemalang dari Fraksi Gerindra, Fahmidh Dhuha, SH, MM, dalam penyampaiannya menekankan bahwa persoalan sampah tidak boleh terus-menerus membebani hilir. Menurutnya, solusi jangka panjang adalah penyelesaian sampah yang tuntas di level desa dan kelurahan.”Kita harus melihat banyak faktor. Persoalan persampahan ini semestinya bisa rampung di tingkat desa atau kelurahan, salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan mesin pengolahan sampah secara mandiri,” tegas Fahmidh di hadapan peserta musyawarah.

Baca Juga :  Bupati Kendal: SAKIP Instrumen Penting Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Transparan dan Akuntabel

Selain isu lingkungan, Fahmidh juga menggarisbawahi urgensi penanganan banjir yang masih kerap menghantui wilayah perkotaan Pemalang. Penataan drainase yang terintegrasi menjadi harga mati agar visi pariwisata dan industri pertanian yang dicanangkan pemerintah daerah dapat berjalan optimal tanpa gangguan bencana tahunan.

Baca Juga :  Kontroversi Roti Berjamur MBG, Dikbud Turun Tangan, Kepala TK Beri Klarifikasi Tegas

Sektor kesehatan juga tak luput dari evaluasi. Terkait implementasi Universal Health Coverage (UHC), ia mendesak agar penanganan warga sakit dilakukan secara lebih responsif dan manusiawi.”Layanan UHC harus lebih mengedepankan sisi kemanusiaan. Mengingat sebagian anggaran kini telah dititipkan melalui Baznas, koordinasi di lapangan harus semakin erat agar masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan benar-benar terlayani dengan layak,” tambahnya.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan usulan-usulan yang muncul dapat menjadi acuan prioritas pembangunan tahun 2026 demi mewujudkan Pemalang yang lebih bersih, sehat, dan berdaya saing ekonomi.( Joko Longkeyang)