Emsatunews.co.id, Tegal – Hujan deras mengguyur Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, ketika Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyapa warga yang mengungsi akibat bencana tanah bergerak, Rabu (4/2/2026). Kehadiran orang nomor satu di Jawa Tengah itu menjadi penguat bagi masyarakat yang rumahnya rusak dan tak lagi layak huni.
Dalam dialog bersama pengungsi, Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin keselamatan sekaligus masa depan warga melalui program relokasi menyeluruh. “Semua akan dipindahkan ke lokasi aman. Gratis. Kebutuhan dasar sudah disiapkan. Termasuk yang gagal panen akan didata dan dibantu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disambut antusias. Afifah, warga RT 2 Desa Padasari, mengaku lega dengan adanya rencana hunian sementara. Hal senada disampaikan Khunainah yang rumahnya rusak parah. “Terima kasih, Pak Gubernur,” ucapnya singkat.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan. Warningsih, ibu hamil delapan bulan, mendapat arahan agar dipantau intensif oleh tim kesehatan. Lansia seperti Mbah Karsih (80) dan Mbah Rupi’ah (70) juga menjadi sorotan. “Saya titip yang sepuh-sepuh ini. Jangan sampai kekurangan makan atau obat,” pesan Luthfi.
Sebelumnya, dalam rapat percepatan penanganan bencana, ia menekankan relokasi bukan sekadar memindahkan warga, melainkan memastikan keberlanjutan sosial dan ekonomi. “Negara hadir untuk memberi kepastian agar masyarakat tetap mandiri di hunian tetap,” tegasnya.
Bencana tanah bergerak terjadi sejak Senin (2/2/2026) setelah hujan lebat mengguyur wilayah. Sebanyak 250 rumah terdampak, lebih dari seribu jiwa mengungsi. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, menyediakan dapur umum, layanan kesehatan, dan distribusi logistik satu pintu.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan bantuan senilai Rp 338,04 juta, terdiri atas logistik, beras, obat-obatan, perlengkapan sekolah, hingga dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp 120 juta untuk kebutuhan mendesak. **( Joko Longkeyang)















