Emsatunewa.co id, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sukses mengukuhkan diri sebagai provinsi dengan realisasi belanja daerah terbaik di Indonesia. Meski memegang rapor hijau secara nasional, Gubernur Ahmad Luthfi menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak terlena dan segera melakukan penajaman strategi fiskal guna menyongsong tahun anggaran 2026.
Dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Operasional Kegiatan (POK) di Semarang, Selasa (10/2), Gubernur menekankan bahwa efisiensi adalah harga mati. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global yang berdampak pada pendapatan daerah, terutama pada sektor pajak kendaraan bermotor.”Prestasi sebagai peringkat pertama realisasi belanja nasional harus dibarengi dengan pengelolaan dana yang makin presisi. Kita tidak boleh membiarkan adanya pemborosan apalagi memicu defisit,” tegas Ahmad Luthfi.
Catatan positif fiskal Jawa Tengah terlihat dari realisasi pendapatan per 31 Desember 2025 yang menyentuh angka Rp23,76 triliun. Walaupun realisasi belanja mencapai Rp23,87 triliun, kesehatan keuangan daerah tetap stabil dengan saldo kas mencapai Rp467,70 miliar, berkat manajemen pembiayaan neto yang mumpuni.
Satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah transformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Gubernur meminta BUMD keluar dari zona nyaman formalitas dan mulai mengejar target yang kompetitif. Kontribusi BUMD harus dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai penggerak utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, memaparkan strategi penyesuaian anggaran sebesar Rp814 miliar untuk tahun 2026. Strategi ini mencakup intensifikasi Pajak Air Permukaan dan Pajak Alat Berat guna menambal celah pada sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang terdampak peralihan tren kendaraan listrik.”Akselerasi pendapatan dan efektivitas belanja akan menjadi fondasi utama. Kami melakukan penyisiran ulang program kerja tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Sumarno.**( Joko Longkeyang).















