Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasional

MAHABHAKTI UNDIP: Terjunkan 50 Mahasiswa Pulihkan Agam Pascabencana

Joko Longkeyang
13
×

MAHABHAKTI UNDIP: Terjunkan 50 Mahasiswa Pulihkan Agam Pascabencana

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang – Universitas Diponegoro (UNDIP) menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan menerjunkan puluhan mahasiswa ke wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat. Melalui program bertajuk MAHABHAKTI, kampus asal Semarang ini fokus pada pemulihan kebutuhan dasar masyarakat di Kabupaten Agam pascabencana banjir dan tanah longsor.

​Program yang diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDIP ini merupakan bagian dari “Program Mahasiswa Berdampak” yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dikirim untuk membawa solusi nyata bagi warga Nagari Salareh Aia.

Advertisement

​Koordinator kegiatan, Dr. Ir. Fahmi Arifan, menjelaskan bahwa MAHABHAKTI bukan sekadar aksi bantuan fisik. Fokus utamanya adalah penguatan pengelolaan air bersih berbasis masyarakat dan pemulihan sektor pertanian padi.​”Kami ingin mahasiswa melakukan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi sederhana. Tujuannya agar masyarakat memiliki kemandirian dalam mengelola sumber daya pascabencana,” ujar Fahmi saat memberikan keterangan di Semarang, Jawa Tengah,(10/2/2026).

Baca Juga :  Wabup Kendal Tinjau Daerah Terdampak Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor

​Senada dengan hal tersebut, Ketua LPPM UNDIP, Prof. Dr.Ing. Ir. Suherman, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak boleh hanya bersifat seremonial. Mahasiswa didorong untuk menghadirkan solusi aplikatif yang mampu bertahan dalam jangka panjang, terutama di wilayah yang memiliki kerawanan bencana hidrometeorologi tinggi.

​Program MAHABHAKTI dirancang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek air bersih (SDGs 6), pemberantasan kelaparan (SDGs 2), dan penanganan perubahan iklim (SDGs 13). Selain itu, inisiatif ini mendukung program Asta Cita pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dari level desa.

Baca Juga :  PKK Brebes Gelar Pembinaan dan Lomba HKG Desa Binaan

​Apresiasi datang dari Wali Nagari Salareh Aia, Rijal Islami T. Ia menilai kehadiran tim mahasiswa memberikan harapan baru bagi warga yang sedang berupaya bangkit.

​”Kehadiran mahasiswa sangat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait mitigasi bencana serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan,” ungkap Rijal.

​Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi pembangunan nasional, tetapi juga mengasah empati dan kepemimpinan dalam bekerja lintas disiplin ilmu di tengah masyarakat.**( Joko Longkeyang).