Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Aksi Cepat! Ahmad Luthfi Guyur Bantuan Ratusan Juta untuk Pengungsi Demak

Joko Longkeyang
7
×

Aksi Cepat! Ahmad Luthfi Guyur Bantuan Ratusan Juta untuk Pengungsi Demak

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Ribuan warga Kabupaten Demak yang terdampak jebolnya tanggul Sungai Tuntang kini mulai menerima dukungan logistik. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau kondisi pengungsi di Kantor Kecamatan Guntur sekaligus menyerahkan bantuan senilai Rp236,98 juta pada Sabtu (4/4/2026).

​Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjamin kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal sementara. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 2.839 jiwa masih bertahan di belasan titik pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak.

Advertisement

​Detik-Detik Jebolnya Tanggul

​Kesaksian memilukan datang dari para penyintas. Musri’ah (63), salah satu pengungsi, menceritakan bahwa terjangan air datang begitu mendadak sekitar pukul 11.00 WIB. Meskipun warga sempat berencana melakukan kerja bakti untuk memperkuat tanggul yang terkikis, alam berkata lain.”Air langsung meluap deras sekali. Awalnya hanya setinggi betis, tapi setelah Ashar sudah setinggi dada orang dewasa. Kami harus dievakuasi menggunakan perahu,” kenang Musri’ah di lokasi pengungsian.

Baca Juga :  Drama Penahanan Bupati Pekalongan: Fadia Arafiq Bersumpah Tak Ada OTT, Gubernur Jateng Beri Bantahan

​Banjir yang dipicu oleh kerusakan tanggul di Sungai Tuntang ini merendam delapan desa di empat kecamatan, meliputi Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.

​Layanan Dasar Jadi Prioritas Utama

​Dalam kunjungannya yang didampingi Bupati Demak, Eisti’anah, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan pengungsi adalah prioritas mutlak. Total bantuan sebesar Rp236.985.411 disalurkan melalui kolaborasi berbagai instansi, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, hingga Dinas Kesehatan dan PMI Jawa Tengah.​”Prinsip utama kami adalah memastikan layanan dasar masyarakat terpenuhi. Mulai dari urusan logistik makanan, kesehatan, hingga akses pendidikan bagi anak-anak tidak boleh ada yang terhambat selama masa darurat ini,” tegas Ahmad Luthfi.

​Solusi Jangka Panjang: Hulu ke Hilir

Baca Juga :  Diskusi Publik Paramadina: Mengapa Indonesia Tertinggal dalam Transisi Energi?

​Usai meninjau tenda-tenda darurat, Gubernur langsung menggelar rapat terbatas guna merumuskan solusi permanen. Ia kembali menekankan bahwa penanganan banjir di wilayah Demak tidak boleh dilakukan secara sepotong-sepotong.​ “Kita tidak bisa bekerja secara parsial. Masalah ini harus dituntaskan secara menyeluruh, sinkron antara penanganan di bagian hulu hingga ke hilir agar bencana serupa tidak terus berulang,” pungkasnya.**( Joko Longkeyang).