Emsatunews.co.id, Pemalang – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di pusat kota Pemalang pada Minggu (5/4/2026) malam. Sebuah mobil pick up dilaporkan menghantam pembatas jalan tepat di depan Kantor BSI Cabang Pemalang setelah pengemudi kehilangan kendali saat berusaha menghindari aksi balap liar.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB tersebut diduga dipicu oleh kondisi sopir yang mengantuk ditambah munculnya gerombolan balap liar secara tiba-tiba. Benturan keras mengakibatkan bagian depan mobil ringsek dan membuat sang pengemudi terjepit di ruang kemudi.
Proses Evakuasi Berjalan Dramatis
Posko PMI Kabupaten Pemalang segera bergerak cepat setelah menerima laporan dari relawan di lapangan. Tiga personel KSR PMI Pemalang, yakni Andika Doni, Kagum, dan Rio, langsung diterjunkan menggunakan armada ambulans menuju lokasi kejadian.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas sempat menghadapi hambatan berupa kerumunan warga yang memadati area kecelakaan. Namun, petugas berhasil mengevakuasi korban yang terjepit di bagian kemudi untuk segera diberikan tindakan medis awal.”Kami menerima laporan adanya laka lantas dan langsung memobilisasi personel. Kendala utama di lapangan adalah kondisi korban yang sempat terjepit serta banyaknya massa yang menonton,” tulis laporan resmi Posko Penanggulangan Bencana PMI Pemalang, Senin (6/4/2026) dini hari.
Identitas Korban dan Kondisi Terkini
Berdasarkan data yang dihimpun, korban diketahui bernama Roni S (28), seorang pria asal Blado, Kabupaten Batang. Akibat kecelakaan tersebut, Roni mengalami luka robek yang cukup serius pada bagian lutut kanan.
Setelah berhasil dievakuasi dari dalam kabin mobil, korban langsung dilarikan oleh tim medis PMI menuju RS Prima Medika untuk mendapatkan perawatan intensif lebih lanjut.
Imbauan Keselamatan
Kejadian ini kembali menjadi pengingat bagi para pengguna jalan untuk selalu waspada, terutama saat berkendara di malam hari. Kondisi fisik yang lelah atau mengantuk, ditambah gangguan dari aktivitas jalanan ilegal seperti balap liar, menjadi kombinasi berbahaya yang dapat mengancam nyawa.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di lokasi kejadian telah kembali normal setelah bangkai kendaraan berhasil dipindahkan oleh pihak berwenang.**( Joko Longkeyang).















