Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Bentengi PDB Nasional, Rizal Bawazier Minta Giant Sea Wall Segera Jamah Ulujami-Batang

Joko Longkeyang
10
×

Bentengi PDB Nasional, Rizal Bawazier Minta Giant Sea Wall Segera Jamah Ulujami-Batang

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Proyek raksasa tanggul laut atau Giant Sea Wall di sepanjang koridor Pantai Utara (Pantura) Jawa terus dimatangkan. Anggota DPR RI Fraksi PKS, Rizal Bawazier, memberikan catatan kritis agar pemerintah pusat memprioritaskan titik-titik paling rawan guna menahan laju abrasi yang semakin agresif.

Rizal, yang kini duduk di Komisi VI DPR RI, mengusulkan agar tahap awal konstruksi difokuskan pada kawasan pesisir yang membentang dari Ulujami, Kabupaten Pemalang, hingga wilayah barat Kabupaten Batang. Langkah ini dinilai mendesak mengingat signifikansi ekonomi dan keselamatan warga di area tersebut.”Kita perlu skala prioritas yang rasional. Wilayah dari Ulujami sampai Batang Barat saat ini berada pada kondisi teknis yang sangat membutuhkan intervensi segera,” tutur Rizal dalam keterangannya di hadapan awak media.

Advertisement
Baca Juga :  RSUD Bumiayu Gelar Speling Gratis di Desa Pengarasan Masyarakat Dapat Layanan Kesehatan Spesialis

Fokus pada Zona Merah

Legislator dari Dapil Jawa Tengah X ini menekankan bahwa meskipun proyek ini direncanakan membentang dari Banten hingga Gresik, keterbatasan anggaran menuntut strategi pembangunan yang cerdas. Mendahulukan daerah yang secara geografis paling terancam adalah langkah paling logis.

Hal ini seirama dengan pernyataan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, yang sebelumnya mengisyaratkan wilayah Pekalongan Raya masuk dalam radar prioritas. Kondisi tanah yang sudah berada di bawah level air laut menjadi alasan utama percepatan tersebut.

Baca Juga :  Giant Sea Wall Sepanjang 10 KM Akan Perkuat Demak Hadapi Rob

Lebih dari Sekadar Tanggul

Menurut Rizal, pembangunan ini bukan hanya urusan infrastruktur penahan air, melainkan upaya penyelamatan aset ekonomi nasional. Jalur Pantura merupakan tulang punggung logistik yang berkontribusi hingga ratusan miliar dolar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).”Keberhasilan proyek ini akan menjaga stabilitas ekonomi kita. Jika pesisir aman, ribuan warga tenang, dan roda industri serta transportasi tol tetap berjalan tanpa hambatan rob,” tambah pria yang membidangi urusan UMKM dan BUMN tersebut.**( Joko Longkeyang).