Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalangPendidikan

Mutasi Jauh Bikin Guru Menangis, PGRI Pemalang: SK Bupati Final, Mohon Bersabar!

Joko Longkeyang
46
×

Mutasi Jauh Bikin Guru Menangis, PGRI Pemalang: SK Bupati Final, Mohon Bersabar!

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Gelombang mutasi kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang memicu tangis dan kekecewaan sejumlah tenaga pendidik akhirnya ditanggapi oleh organisasi profesi guru. Penempatan tugas yang dinilai tidak mempertimbangkan jarak domisili tersebut kini menjadi sorotan tajam publik.

Advertisement

​Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pemalang, Slamet, menegaskan bahwa Surat Keputusan (SK) penugasan yang telah ditandatangani Bupati Pemalang merupakan keputusan hukum yang bersifat final. Ia menyatakan bahwa perubahan status penugasan tidak mungkin dilakukan secara instan dalam waktu singkat.“Surat keputusan adalah final, tidak bisa diubah dalam waktu dekat. Biasanya enam bulan atau satu tahun pelajaran nanti akan kita terus suarakan,” ujar Slamet saat memberikan keterangan pada Selasa (26/5/2026).

Baca Juga :  PGRI “Corong Kekuasaan”, Dr. Imam Subiyanto Kecam Pernyataan SK Bupati Final

​Aspirasi Zonasi Terus Diperjuangkan

​Slamet memahami adanya keluhan dari para kepala sekolah yang merasa terbebani secara psikologis dan fisik akibat lokasi tugas yang terlalu jauh. Menurutnya, PGRI tidak tinggal diam dan terus menjalin komunikasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Dinas Pendidikan setempat.

​Pihaknya mendorong pemerintah agar ke depan menggunakan pendekatan berbasis domisili atau sistem zonasi dalam penataan pegawai. Hal ini dinilai krusial agar kualitas pengajaran tetap terjaga tanpa terkendala kelelahan fisik di perjalanan.​“Kalau energi habis di perjalanan, tentu akan berpengaruh pada proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Idealnya guru dan kepala sekolah bisa bekerja dalam kondisi fresh,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Pemalang menggelar Rapat Paripurna, Jawaban Eksekutif Tentang Raperda

​Minta Kader PGRI Tetap Profesional

​Meski duka dan protes sempat mewarnai kebijakan ini—bahkan dilaporkan sejumlah kepala sekolah menangis karena penempatan yang drastis—Slamet mengimbau agar seluruh ASN pendidikan tetap menjalankan kewajiban dengan penuh dedikasi.

​Ia meyakini peluang untuk penataan ulang tetap terbuka di masa depan, seiring dengan adanya evaluasi berkala maupun pergantian posisi akibat masa pensiun pejabat lainnya.​”Teman-teman bersabar, lakukan yang terbaik jangan sampai ketidakpuasan ini justru menjadi sakit dan beban pikiran,” tambahnya. Ia berpesan agar para tenaga pendidik tetap bangkit dan fokus pada tugas utama mencerdaskan anak bangsa di sekolah masing-masing.( Joko Longkeyang).