Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahInternasionalNasionalPemalang

Satu Jemaah Wafat di Tanah Suci, Isak Tangis Warnai Kepulangan Kloter 11 Pemalang

Joko Longkeyang
32
×

Satu Jemaah Wafat di Tanah Suci, Isak Tangis Warnai Kepulangan Kloter 11 Pemalang

Sebarkan artikel ini

PEMALANG, Emsatunews.co.id – Sukacita dan duka berkelindan menjadi satu di Pendopo Kabupaten Pemalang, Minggu (7/6/2026). Ratusan pasang mata tak mampu membendung air mata saat bus yang membawa rombongan jemaah haji Kloter 11 asal Kabupaten Pemalang memasuki halaman pendopo. Di balik rasa syukur atas kepulangan sebagian besar jemaah, terselip duka mendalam: salah satu putra terbaik Pemalang tidak ikut pulang karena mengembuskan napas terakhirnya di Tanah Suci.

​Kabar duka tersebut membayangi acara penyambutan resmi yang dipimpin langsung oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. Bersama unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Endro Johan Kusuma, serta jajaran TP PKK Kabupaten Pemalang, jajaran pemerintah daerah sedianya menjemput kepulangan Wakil Bupati Pemalang Nurkholes yang turut berada dalam rombongan kloter tersebut.

Advertisement

​Namun, alih-alih larut dalam seremoni formal, atmosfer di pendopo seketika berubah khidmat saat Bupati Anom mengajak seluruh hadirin menundukkan kepala untuk mendoakan jemaah yang wafat.

Baca Juga :  GRIB Jaya Pemalang Mantapkan Langkah, Siap Kawal Kebijakan Pro Rakyat dan Perangi Hoax

​Kemuliaan di Tanah Suci

​Dalam sambutannya yang sarat akan rasa empati, Bupati Anom Widiyantoro menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas nama pribadi, pemerintah, dan seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang.”Di tengah rasa syukur kita hari ini, ada duka yang mendalam. Salah satu jemaah kita telah dipanggil pulang oleh Sang Khalik di Tanah Suci. Namun, kepergian almarhum saat menunaikan ibadah haji adalah sebuah akhir yang penuh kemuliaan. Kami meyakini Allah SWT menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Anom dengan nada suara bergetar.

​Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memastikan seluruh hak pembinaan dan kepengurusan administratif bagi keluarga jemaah yang ditinggalkan akan dibantu dengan sebaik-baiknya.

​Doa untuk Ketabahan Keluarga

Baca Juga :  Gelar Paripurna DPRD Pemalang Ketok Palu Dana Cadangan Rp60 Miliar Untuk Pilkada 2029

​Wakil Bupati Nurkholes, yang baru saja menyelesaikan seluruh rukun haji meski sempat terkendala flu ringan akibat cuaca ekstrem, turut merasakan duka yang mendalam atas berpulangnya rekan satu tanah airnya tersebut.​”Alhamdulillah, kami yang kembali diberikan kelancaran dan keselamatan. Namun, doa terbaik kami langitkan untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan di Pemalang agar diberikan ketabahan yang luar biasa,” kata Nurkholes.

​Nurkholes menambahkan bahwa selama berada di tempat-tempat mustajab di Mekah dan Madinah, keselamatan seluruh jemaah serta kemakmuran masyarakat Pemalang selalu menjadi untaian doa yang terus ia panjatkan.

Peristiwa siang itu di Pendopo Pemalang menjadi pengingat tentang hakikat perjalanan haji—sebuah ibadah fisik dan batin total, di mana sebagian pulang membawa gelar mabrur ke tanah air, dan sebagian lainnya telah menyelesaikan perjalanan hidupnya dengan akhir yang mulia di tanah suci.**(Joko Longkeyang).