Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

Tembus Pasar Global, Ahmad Luthfi Pacu Arus Investasi Hijau di Jateng

Joko Longkeyang
7
×

Tembus Pasar Global, Ahmad Luthfi Pacu Arus Investasi Hijau di Jateng

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Semarang– Provinsi Jawa Tengah kian memperkokoh posisinya sebagai magnet utama tujuan investasi berskala nasional maupun internasional. Di tengah dinamika geopolitik global dan tantangan kondisi fiskal, komitmen kemudahan perizinan serta jaminan keamanan wilayah sukses menarik modal besar untuk menggerakkan roda perekonomian daerah.

​Keberhasilan tersebut ditandai dengan langkah Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang meresmikan pusat perbelanjaan modern 23 Semarang Shopping Center sekaligus meletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunan akomodasi premium Hyatt Place. Agenda strategis ini berpusat di kawasan pesisir Pearl of Java (POJ) City, Kota Semarang, Sabtu (13/6/2026).

Advertisement

Ahmad Luthfi menegaskan bahwa realisasi proyek berskala besar ini menjadi bukti otentik bahwa iklim usaha di Jawa Tengah dinilai sangat stabil, kondusif, dan menjanjikan keuntungan jangka panjang bagi para pelaku usaha.​“Yang menjadi poin penting hari ini adalah di saat tekanan fiskal dan geopolitik dunia, kita masih mampu menghadirkan investasi. Itu menunjukkan bahwa Jawa Tengah dipercaya oleh para investor,” ujar Ahmad Luthfi penuh optimisme di hadapan awak media.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi: Jangan Melawan Bumi, Mafia Tambang Kita Sikat!

​Jateng Siapkan Insentif Pajak untuk Investasi Ramah Lingkungan

​Satu hal yang mencuri perhatian dalam proyek pembangunan 23 Semarang Shopping Center ini adalah penerapan konsep ekonomi hijau (green economy). Pusat perbelanjaan tersebut mengintegrasikan ruang terbuka hijau, kebun perkotaan (urban garden), serta sistem pemanfaatan energi terbarukan secara mandiri.

​Merespons inovasi tersebut, Ahmad Luthfi menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan regulasi khusus berupa pemberian insentif pajak bagi korporasi yang berani menerapkan teknologi ramah lingkungan dalam aktivitas usahanya.“Saya tertarik karena mal ini didesain menggunakan energi terbarukan. Untuk investasi yang menerapkan energi terbarukan, Jawa Tengah memberikan insentif pajak. Ini menjadi langkah agar investasi hijau tumbuh dan menjadi gaya baru investasi di daerah kita,” jelasnya.

​Guna memperluas daya tampung investasi baru, pihak pemprov juga terus memacu jajaran pemerintah kabupaten dan kota untuk mempercepat pengembangan kawasan industri terpadu. Saat ini, tercatat sudah ada 12 kawasan industri baru serta kawasan ekonomi khusus (KEK) yang sedang dalam proses pengajuan untuk melengkapi kawasan eksisting yang berada di Semarang, Kendal, Batang, Demak, dan sekitarnya.

Baca Juga :  Gelar Rapat Pleno, PPK Bantarkawung Tetapkan Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran Untuk Pemilu 2024.

​Utamakan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal dan Pemberdayaan UMKM

​Selain mempercantik tata kota, megaproyek di kawasan POJ City ini diproyeksikan membawa dampak ekonomi berantai (multiplier effect) yang masif bagi masyarakat sekitar. Penyerapan tenaga kerja lokal diperkirakan mampu menampung sedikitnya 3.000 orang melalui skema padat karya.

​Mengingat lokasinya yang sangat strategis dan berdekatan dengan akses Bandara Internasional Ahmad Yani, Ahmad Luthfi meminta agar manajemen pusat perbelanjaan menyediakan ruang khusus untuk memfasilitasi produk-produk unggulan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar bisa naik kelas.“Investasi harus berdampak pada masyarakat. Karena itu, kami selalu menghubungkan investasi dengan UMKM agar hilirisasi berjalan dan manfaat ekonominya dirasakan lebih luas. Ini juga merupakan investasi padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja,” pungkas Ahmad Luthfi mengakhiri keterangannya. ( Joko Longkeyang).