Berita UtamaDaerahNasionalPemalang

WCD 2026: Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Jateng Merdeka dari SampahLewat Aksi Berkelanjutan

Joko Longkeyang
14
×

WCD 2026: Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Jateng Merdeka dari SampahLewat Aksi Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, Emsatunews.co.id — Peringatan World Cleanup Day (WCD) 2026 di Jawa Tengah tidak ingin sekadar dijadikan ajang bersih-bersih seremonial belaka. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi titik balik perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah langsung dari sumbernya.

​Hal tersebut diungkapkan Ahmad Luthfi saat menerima audiensi pengurus WCD Jawa Tengah di kantornya, Selasa (11/8/2026). Ia menilai, persoalan sampah di wilayahnya tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pundak pemerintah daerah semata. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang masif, mulai dari masyarakat, komunitas, dunia usaha, hingga institusi pendidikan.​”Yang paling pokok adalah kesadaran. Makanya, kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik. Saya setuju, nanti kita dukung,” tegas Luthfi di hadapan para pengurus WCD.

Advertisement
Baca Juga :  Ahmad Luthfi Desak Penanganan Permanen Sungai Tuntang!

​Sebagai langkah konkret, sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah telah didorong mengembangkan sistem pengelolaan sampah mandiri dan terpadu. Beberapa daerah seperti Cilacap dan Banyumas bahkan telah sukses mengolah sampah menjadi refuse-derived fuel (RDF), sementara daerah lain seperti Kota Semarang, Pekalongan, dan Tegal terus memperkuat infrastruktur pengolahannya.

Rangkaian WCD 2026: Libatkan Pemuda dan Sekolah

​Leader WCD Jawa Tengah, Septiany Punti Dewi, memaparkan bahwa rangkaian perhelatan WCD edisi kedelapan ini dijadwalkan berlangsung cukup panjang, yakni mulai 17 Agustus hingga 28 Oktober 2026. Mengusung tema “Bebersih Pemuda-Pemudi untuk Memerdekakan Sampah”, gerakan ini menargetkan keterlibatan ratusan ribu relawan dari berbagai elemen.”Alhamdulillah, Jawa Tengah selalu mendapatkan peringkat pertama untuk jumlah relawan terbanyak di Indonesia,” ungkap Septiany.

​Tidak hanya aksi turun ke jalan, WCD Jawa Tengah juga fokus pada edukasi jangka panjang melalui program pendampingan di sekolah dan perguruan tinggi. Koordinator Program WCD Jateng, Purnawirawan, menyebutkan salah satu program unggulan mereka adalah Zero Waste School di Kabupaten Kudus yang menyasar siswa sekaligus guru sebagai teladan perubahan perilaku.

Baca Juga :  Reformasi Birokrasi, Menpan RB Puji Kolaborasi Pemerintahan Gubernur Ahmad Luthfi

​Pendekatan ini terbukti efektif. Di salah satu perguruan tinggi pendampingan WCD, residu sampah kampus berhasil ditekan hingga tersisa 10 persen pada 2024, bahkan mencapai status zero waste pada 2025. Sampah bernilai ekonomi dipilah untuk dijual dan hasilnya dialokasikan kembali untuk program beasiswa mahasiswa.

​Melalui sinergi erat antara pemerintah dan gerakan kerakyatan ini, Jawa Tengah optimistis mampu menuntaskan problem persampahan secara berkelanjutan, dimulai dari lingkup terkecil rumah tangga hingga kampus dan desa.( Joko Longkeyang).