PEMALANG, Emsatunews.co.id — Siapa sangka tutup botol plastik yang biasanya langsung dibuang bisa berubah menjadi barang cantik yang bernilai jual? Inilah yang dibuktikan oleh Tim II KKN Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2025/2026 melalui Program Multidisiplin 2 bertajuk “Inovasi Penanggulangan Sampah Desa: Mengubah Limbah Botol Plastik Menjadi Produk Kreatif” di Desa Gintung, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, pada Minggu, 2 Agustus 2026. Sebelas mahasiswa lintas fakultas bergerak bersama mengatasi persoalan sampah plastik yang selama ini menumpuk — sekaligus mengubah pola pikir warga: sampah bukan sekadar barang buangan, melainkan bahan yang punya nilai guna dan nilai ekonomi!
Kegiatan diawali dengan edukasi pemilahan sampah yang dibawakan Puji Durrotun Nafisah (Agroekoteknologi FPP Undip). Ia mengajarkan cara memilah sampah berdasarkan jenis dan karakteristiknya agar mudah diterapkan di rumah tangga. “Kami ingin masyarakat paham bahwa memilah sampah itu sebenarnya sederhana, asal dibiasakan sejak dari rumah. Kalau sudah terbiasa, dampaknya akan terasa untuk lingkungan desa sendiri,” ujarnya. Materi dilanjutkan dengan edukasi Green Logistics berbasis prinsip 3R — Reduce, Reuse, Recycle — oleh Bilqis Kanahaya Setiawan (Manajemen & Administrasi Logistik SV Undip), yang menjelaskan bagaimana barang bekas dapat diolah kembali menjadi produk bernilai jual. “Sampah botol plastik yang selama ini dianggap tidak berguna, sebenarnya bisa jadi peluang tambahan penghasilan bagi warga kalau dikelola dengan cara yang tepat,” tegas Bilqis.
Puncak antusiasme warga meledak saat sesi praktik langsung! Dipandu Farkhan Aqiela Zein (Administrasi Bisnis FISIP) bersama Ahmad Fadli Ramadhan (Teknik Perkapalan FT), warga diajak membuat gantungan kunci dari tutup botol plastik bekas. Mahasiswa telah menyusun modul lengkap — mulai dari pengumpulan, pembersihan, pemotongan, pelelehan dengan setrika di antara kertas anti lengket, pencetakan sesuai desain, hingga tahap finishing. “Warganya antusias sekali, malah ada yang sampai request warna dan bentuk sendiri untuk gantungan kuncinya,” ungkap Farkhan. Seorang warga peserta pun mengaku terkejut: “Saya kira tutup botol itu cuma sampah biasa, ternyata bisa jadi gantungan kunci yang lucu dan rapi. Senang bisa ikut praktik langsung seperti ini!”
Tak berhenti di produksi, warga juga dibekali ilmu pemasaran! Hanum Senja Kanya (Akuntansi FEB) memaparkan strategi pemasaran lewat Business Model Canvas dan segmentasi konsumen, sementara Rafael Arick Putra Ardyan (Akuntansi Perpajakan SV) mengajarkan cara menghitung proyeksi keuntungan dan anggaran biaya produksi. “Banyak ibu-ibu yang antusias bertanya waktu sesi tanya jawab, karena mereka jadi tahu bagaimana caranya menghitung untung dari produk yang mereka buat sendiri,” kata Hanum. Program ini juga dilengkapi poster edukasi, panduan pemesanan via Google Form, serta kode QR pemesanan agar produk warga dapat dipasarkan secara luas.
Melalui kolaborasi lintas disiplin ini, tim KKN menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang nyata dan berkelanjutan — dari perubahan pola pikir, keterampilan produksi, hingga kemandirian ekonomi. Harapannya, warga Desa Gintung terus memilah sampah, berkreasi, dan menjadikan limbah plastik sebagai sumber kesejahteraan bersama. Karena di tangan yang kreatif, sampah pun bisa berharga!
Penulis: Farkhan A., Ahmad F., Hanum S., Bilqis K., Puji D., Rafael A.
Dosen Pembimbing: Ns. Ice Septriani Saragih, S.Kep., M.Kep.
Foto: Dokumentasi KKN Reguler II Undip — Desa Gintung, Pemalang
Kontak Media: @kkn.undip
Editor: Ahmad Joko SSP, S.H., C. Neg.














