PEMALANG, Emsatunews.co.id — Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mulai menyusun langkah agresif untuk menyulap sektor pariwisata menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah. Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penggalian potensi lokal, hingga sinergi lintas sektor kini dipacu demi menciptakan ekosistem wisata yang mandiri dan berdaya saing.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, saat membuka agenda Capacity Building for Tourism Awareness bertajuk “Sumber Daya Tangguh, Pariwisata Tumbuh” di Pendopo Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pemalang, Jumat (11/9/2026).
Nurkholes menyebut, bentang alam serta kekayaan seni dan budaya Pemalang memiliki daya pikat besar yang tak kalah dibanding destinasi populer nasional.”Pemalang ini potensi alamnya luar biasa, potensi seniman dan budayanya juga luar biasa. Kalau saya membandingkan, Pemalang itu hampir seperti Bali. Ada pantai, ada gunung, ada sungai besar yang keindahannya luar biasa,” ujar Nurkholes.
Kekayaan potensi ini pula yang memantapkan langkahnya mengambil keputusan pensiun dini sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 2022 lalu demi terjun ke dunia politik dan membangun daerah.
Guna menerjemahkan potensi tersebut menjadi aksi nyata, Pemkab Pemalang tengah merancang perhelatan festival berskala besar yang mengawinkan seni, budaya, dan alam, yang diproyeksikan menjadi agenda utama memperingati Hari Jadi Kabupaten Pemalang.
Ubah Jalur Lintasan Menjadi Destinasi Singgah
Langkah Pemkab Pemalang mendapat sokongan penuh dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Kemenpar RI, Dwi Marten Yono, menilai Pemalang memiliki keunggulan geopolitik dan aksesibilitas yang sangat strategis karena dilintasi jalur tol utama Jawa.
Namun, keberadaan akses tol belum optimal memberi dampak ekonomi jika Pemalang hanya menjadi penonton arus lalu lintas.”Bagaimana kalau akses Pemalang luar biasa, tinggal bagaimana nanti Pak Plt. Bupati dengan tim ini membuat magnet-magnet baru sehingga orang terpaksa keluar exit tol Pemalang dan akhirnya belanja. Minimal makan siang nasi grombyang,” tutur Dwi.
Dwi menekankan pentingnya pembangunan fasilitas pendukung (amenities) seperti hotel berstandar baik, pusat kuliner, dan sarana umum yang memadai. Berkaca dari keberhasilan transformasi pariwisata Kabupaten Banyuwangi, kunci utama keberhasilan terletak pada konsistensi menggelar event berkala yang secara alami mengundang investasi akomodasi.”Setelah efisiensi ini harus ‘kere aktif’. Kreativitas itu tidak cukup, harus naik level sekarang. Penguatan pariwisata tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Pokdarwis atau Bupati saja, tetapi butuh kerja tim yang solid dan konsisten,” tegas Dwi.
Rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas ini diakhiri dengan penyerahan cinderamata oleh Plt. Bupati Pemalang Nurkholes kepada Asdep Kemenpar RI Dwi Marten Yono serta perwakilan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Cahyo Danu.( Joko Longkeyang).














