PEMALANG, Emsatunews.co.id – Suasana politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Desa Loning, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, kian menghangat. Tim pemenangan dan simpatisan bakal calon kepala desa non-inkumben, Indra Ade Himawan, menggelar tasyakuran serta konsolidasi akbar di kediaman Mufidi, S.H.
Ratusan hingga hampir ribuan warga Loning tampak memadati lokasi acara yang digelar secara swadaya tersebut. Namun, ajang silaturahmi ini juga diwarnai sorotan tajam terkait mencuatnya isu status “zona merah” pada perhelatan Pilkades Loning yang dinilai meresahkan publik.
Relawan pemenangan, Mufidi, S.H., menegaskan bahwa label zona merah berpotensi memicu ketegangan di tengah masyarakat yang selama ini kondusif. Menanggapi hal itu, pihaknya berencana mengajukan audiensi resmi kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) serta Camat Petarukan, Muhibin.”Pilkades Serentak 2026 di Desa Loning harus menjadi Pilkades damai. Perbedaan pilihan politik adalah hal yang biasa, tetapi kerukunan warga tetap wajib kita junjung tinggi,” tegas Mufidi saat memberikan keterangannya, Rabu malam (16/9/2026).
Selain mempertanyakan kejelasan isu zona merah, Mufidi menyuarakan keresahan warga terkait dugaan ketidaknetralan oknum perangkat desa dan dugaan intimidasi terhadap beberapa ketua RT. Tak hanya itu, muncul pula tudingan adanya ancaman pencabutan bantuan sosial seperti PKH bagi warga yang tidak mendukung calon inkumben.
Pihak relawan mendesak instansi berwenang menindak tegas jika dugaan pelanggaran tersebut terbukti. Langkah audiensi ke pemerintah kecamatan diharapkan dapat meluruskan informasi, menjaga iklim demokrasi yang jujur, serta mencegah potensi konflik sosial di Desa Loning.( Joko Longkeyang).














