Scroll ke Atas
Berita Utama

Wah…!! Dibalik Kericuhan Sidang Lapangan Ada Sejarah Baru Ternyata Almarhum Alexius Alexsander Keturunan Keluarga Panglima Naga Dayak Sekadau.

37
×

Wah…!! Dibalik Kericuhan Sidang Lapangan Ada Sejarah Baru Ternyata Almarhum Alexius Alexsander Keturunan Keluarga Panglima Naga Dayak Sekadau.

Sebarkan artikel ini
Kuasa Hukum, Andel, SH, MH.

EMSATUNEWS.CO.ID, PONTIANAK – Wah..!! Ada hikmah di balik sidang lapangan perdata nomor 18.Pdt.G/2022/PN.MPW yang digelar Pengadilan Negeri Mempawah, Jum’at (9/9/22) kemarin di Gg. Alex Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. 
Berjalannya sang waktu di balik kericuhan usai sidang lapangan terkait sengketa tanah itu, ternyata ditemukan sejarah baru yakni Almarhum Alexsius Alexsander merupakan keturunan keluarga PANGLIMA NAGA Dayak Sekadau.
Funiati Ghozali (warga Tionghua Jakarta) selaku pemilik SHM 542 dan 543 melalui Kuasa Hukumnya, Gloria Sanen, SH dan Alfonsius Girsang, SH menggugat isrri Almarhum Alex, Ibu Veronika dan 4 anak nya.
Tanah garapan pertanian Almarhum Alex yang di akui Funiati Ghozali hingga sekarang masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Mempawah.Kisah diatas, dibenarkan Kuasa Hukum Ibu Veronika (Tergugat), Andel, SH, MH.
“Ternyata diketahui bahwa Pak Alex meruapakan keturunan keluarga Panglima Naga Dayak Sekadau. Ini menjadi sejarah baru bagi kita semua, “ujar Andel kepada awak media, Senin (12/9/22) kemarin.
Terkait hasil sidang lapangan, Andel mengatakan bahwa pihak pengugat melalui kuasa hukumnya, Gloria Sanen dan Alfonsius Girsang tidak bisa menunjukan letak titik koordinat tapal batas objek tanah yang ada di dalam sertifikat nomor 542 dan 543.
Bukan itu saja, kuasa hukum penggugat juga tidak bisa menghadirkan pemilik tanah atas nama Funiati Ghozali pada sidang lapangan kemarin.
“Kuasa Hukum Funiati Ghozali tidak bisa menunjukan letak tanah dan tidak pula bisa menghadirkan Funiati Ghozali selaku pemilik tanah,” kata Andel. (*)
Penulis : Welly Harpendi Emsatunews Perwakilan Wilayah Kalimantan Barat

Baca Juga :  Penyaluran Pupuk Tidak Merata, Petani Ingin Subsidi Pupuk Dihapus