Emsatunews.co.id, Pemalang – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Pemalang pada Rabu sore (4/3/2026). Peristiwa yang terjadi mulai pukul 15.30 WIB ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur di berbagai kecamatan serta menimbulkan sejumlah korban luka.
Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Pemalang melaporkan sedikitnya 12 titik pohon tumbang yang tersebar di wilayah Bantarbolang, Randudongkal, Petarukan, hingga Ulujami. Kejadian ini sempat melumpuhkan akses transportasi utama dan memutus aliran listrik di beberapa lokasi.
Dampak Kerusakan dan Korban Luka
Bencana ini berdampak pada rusaknya 13 rumah warga akibat tertimpa pohon dan hempasan angin kencang. Kerusakan paling menonjol terjadi di wilayah Kecamatan Randudongkal, Pemalang, dan Comal, di mana banyak atap rumah terlepas atau hancur tertimpa batang pohon besar.
Insiden ini juga memakan korban sebanyak enam orang. Berikut adalah rincian kondisi para korban:
Kondisi Kritis: Puji Eka Sampurna (39), warga Desa Peguyangan, saat ini dalam kondisi tidak sadarkan diri di IGD RSUD M. Ashari Pemalang akibat tersengat listrik dan tertimpa tiang listrik di Jalan Raya Peguyangan.
Luka-Luka: Lima korban lainnya, termasuk Kusnari (56), mengalami luka akibat tertimpa pohon tumbang di area Pasar Pagi Pemalang. Korban luka saat ini dirawat di RS Prima Medika dan fasilitas kesehatan terdekat.
Respons Cepat Petugas Gabungan
Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, PMI, PLN, dan relawan masyarakat segera melakukan tindakan evakuasi di titik-titik terdampak. Petugas memfokuskan pembersihan batang pohon yang menutupi akses jalan raya agar mobilitas warga kembali normal.”Hingga saat ini, akses jalan mulai dapat dilalui. Namun, untuk wilayah Jalan Raya Bantarbolang, listrik masih padam karena petugas PLN sedang menangani kabel dan tiang yang roboh,” tulis laporan resmi BPBD Pemalang.
Meskipun evakuasi pohon di pemukiman warga sebagian besar telah selesai, pihak berwenang masih melakukan perhitungan total kerugian materiil akibat bencana ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.**( Joko Longkeyang).















