Scroll ke Atas
banner 970x250 banner 970x250
Berita Utama

Pencanangan program Demplot peduli stunting Kodim 0726/Sukoharjo bekerja sama dengan Dinkes dan PT Dua Naga

×

Pencanangan program Demplot peduli stunting Kodim 0726/Sukoharjo bekerja sama dengan Dinkes dan PT Dua Naga

Sebarkan artikel ini
EMSATUNEWS.CO.ID, SUKOHARJO  Bertempat di Pendopo Kantor Desa Mranggen, Kec. Polokarto, Kab. Sukoharjo Kodim 0726/Sukoharjo melaksnakan Pencanangan Demplot Peduli Stunting, bersama Dinas Kesehatan Kab. Sukoharjo dan PT. Dua Naga dengan Tema “Upaya Kodim 0726/Sukoharjo bersama Instansi Terkait Kab. Sukoharjo dalam rangka menurunkan angka Stunting”, 
Kegiatan dihadiri Dandim 0726/Sukoharjo, Bp.Bagas Windaryanto, S.P (Plh. Asisten 1 Kab. Sukoharjo mewakili Bupati Sukoharjo), Ibu Tri Tuti Rahayu, S.Km., M.Kes (Kadinkes Kab. Sukoharjo), Kapten Czi Hartono (Pasiter Kodim 0726/Sukoharjo), Bp Hery Mulyadi, S.E. (Camat Poloakrto ), Kapten Inf Mustamin (Danramil 11/Polokarto ), AKP Susanto, S.H (Kapolsek Polokarto ), dr. Novia dwi Enarwati (Kepala UPTD Puskesmas Polokarto ) dan Bapak Luky (PT. Dua Naga).
Selain itu tampak para Danramil Jajaran Kodim 0726/Sukoharjo, Ibu -ibu warga Desa Mranggen, para Mahasiswa PBL (Praktek belajar Lapangan Univet Sukoharjo serta para Kader Peduli Stunting.
Dalam sambutannya sambutan Hery Mulyadi, Camat Polokarto menyampaikan atas nama pemerintahan Kec. Polokarto khususnya Desa Mranggen mengucapkan terima kasih kepada Kodim dan instasi terkait atas perhatian terkait penanganan stunting di wilayahnya.
Dikatakan oleh bapak camat bahwa angka stunting wilayah Polokarto cukup tinggi, tetapi sudah diusahakan demi pencengahan mulai dari Rembug Desa, Posyandu Remaja untuk penanganan cegah stunting.
“Sebelum menikah calon pengantin kami berikan arahan tentang cegah stunting bahwa pencegahan stunting adalah kerja jangka panjag dengan kerja bersama menuju Indonesia yang sehat dan cerdas. Kita selalu tetap siap kerja sama dengan instansi terkait,” pungkas pak Camat.
Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.
Kegiatan ini sebagai antisipasi Stunting seperti pembangunan/rehabilitasi Poskesdes, Polindes dan Posyandu, penyediaan makanan sehat untuk peningkatan gizi balita dan anak, perawatan kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui. 
 ” Anak yang cerdas harus menerima asupan gizi yang baik. Asi harus sehat dan baik sehingga bayi sehat, Data laporan data kesehatan bahwa akan kita ada 25 persen di Indonesia terkena stunting, semoga kita semua saling peduli, alhamdulillah kita dari PT. Dua Naga akan memberikan metode pembelajaran terkait pecegahan stunting ini,” tutur bapak Lucky dari PT. Dua Naga.
Dalam hal ini ada 5 Pilar percepatan pencegahan Stunting, yaitu Komitmen dan Visi Kepemimpinan Nasional dan Daerah, Kampanye Nasional dan Komunikasi Perubahan Perilaku, Konvergensi, Koordinasi, dan Konsolidasi Program Pusat, Daerah, dan Desa, Ketahanan Pangan dan Gizi serta Pemantauan dan Evaluasi.
Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek dari tinggi badan seumurannya, akibat dari keadaan yang berlangsung lama seperti kemiskinan, perilaku pola asuh yang tidak tepat, sering menderita penyakit secara berulang karena higiene dan sanitasi yg kurang baik, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.
Dampak Stunting antara lain Terganggunya pertumbuhan otak, Kemampuan kognitif berkurang, Gangguan pertumbuhan fisik, Mudah sakit serta Postur tubuh tidak maksimal saat dewasa
Hal tersebut dapat dicegah antara lain dengan Pemenuhan gizi ibu hamil, memberikan ASI eksklusif, Imunisasi dasar lengkap dan vitamin A, Pantau pertumbuhan balita di Posyandu serta budayakan pola hidup Sehat.
Sementara itu Letkol Czi Slamet Riyadi selaku andim 0726/Sukoharjo menyampaikan bahwa kegiatan Demplot pencegahan dan penanganan penurunan stunting di Desa Mranggen ini merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan bahwa wilayah Kec. Polokarto khususnya Desa Mranggen yang memiliki angka stunting cukup tinggi.
” Untuk generasi kita mendatang, mari sama-sama kita jaga, ada program untuk ibu-ibu hamil, tetap menjadi Ibu yang kuat, kegiatan kedepannya agar para ibu-ibu hamil selalu memeriksakan kandungannya agar nanti dapat melahirkan anak yang sehat,” pesan Dandim.
” Kepada ibu-ibu sekalian yang hadir ini agar supaya bisa menjaga anak-anaknya dengan baik dan juga merawatnya agar kelak dapat menjadi generasi yang handal dan dapat kita banggakan,” pungkas Letkol Czi Slamet Riyadi.
Menurut Bagas Windaryanto, Bupati Sukoharjo akan berupaya semaksimal mungkin agar stunting di Sukoharjo bisa ditekan semaksimal diharapkan tidak ada kasus stunting, meskipun angka kita rendah kita jangan berkecil hati kita semua tetap semanggat dalam pencegahan kasus stunting demi anak anak generasi kita
” Kita ingin generasi kita mendatang menjadi generasi emas Kita bersyukur kodim mengadeng seluruh instasi terkait baik masyarakat, media ,TNI-Polri dan pihak swasta mudah mudah kerja sama hari ini dengan swasta bisa menjadikan semanggat dalam pencegahan stunting khususnya di Desa Mranggen karena angka stunting cukup tinggi,” lanjut pak Bagas.
Perhatian Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terhadap masalah percepatan penurunan stunting menjadi satu prioritas karena stunting merupakan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia, anak-anak kita kalau stunting ini bisa tidak bisa diatasi, maka pertumbuhan tidak maksimal, perkembangan intelektual akan terganggu.
“Kita pemerintah Sukoharjo mendukung sepenuhnya dalam penanganan dan pencegahan stunting yang di laksanakan oleh Kodim 0726/Skh semoga kegiatan menjadikan manfaat,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi dari seluruh komponen terutama dimulai dari ibu-ibu, lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai individu atau pribadi dengan membangun ketahanan keluarga secara utuh di berbagai bidang baik bidang kesehatan, ekonomi pendidikan anak maupun penanganan gizi serta kualitas lingkungan.
Sebagai upaya pemerintah Kabupaten Sukoharjo dengan berbagai pihak dan stakeholder terkait dalam penurunan angka stunting telah dilakukan sosialisasi dan akan terus dilakukan sampai diperoleh hasil penurunan angka stunting pada titik yang paling rendah.
“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Sukoharjo memberikan apresiasi kepada Kodim 0726/Sukoharjo bersama instansi terkait dan semua yang terlibat atas penyelenggaraan kegiatan pada pagi hari ini, saya berharap kegiatan pada pagi hari ini bisa memacu kepedulian berbagai pihak terutama masyarakat untuk bisa lebih berperan aktif sesuai dengan bidangnya masing-masing dalam rangka untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Sukoharjo,” tutup Bagas Windaryanto.(*)
Baca Juga :  Kunjungi Pedagang Kaki Lima, Babinsa Motivasi dan Sampaikan Pesan Kamtibmas