Scroll ke Atas
banner 970x250 banner 970x250
Kesehatan

Fatayat NU Brebes Gencar Bekali Kader Cegah Stunting

×

Fatayat NU Brebes Gencar Bekali Kader Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini

 

Advertisement
banner 970x250
Scroll Untuk Baca

EMSATUNEWS.CO.ID, BREBES – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Brebes melalui Gerakan Sadar Gizi (Gersagi) gencar melakukan pembekalan kepada kadernya sebagai impelementasi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Brebes. Wujud dari itu, sebanyak 200 kader Gersagi Fatayat NU dibekali ilmu komunikasi, informasi, edukasi dan advokasi terkait pencegahan stunting, di gedung PC Fatayat NU, Kamis (16/3/23).

Ketua PC Fatayat NU Brebes Nurwahidah mengatakan pihaknya  akan fokus pada khalayak sasaran Calon Pengantin (Catin), Ibu Hamil (Bumil) dan Bayi Bawah Dua Tahun (Baduta),” katanya  di sela acara.

Tampak dalam giat pembekalan yang dikemas dalam bentuk Workshop dengan narasumber Ketua Tim Pokja KB KR Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Agoes Poedjianto SH Mkes, Kepala DP3KB Kab Brebes Ahmad Ma’mun MSi dan anggota DPRD Brebes H Musyafa. 

Agoes menegaskan stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronik (dalam jangka waktu yang lama) yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut usia yang berada di bawah standar yang ada. 

Dikabupaten Brebes, angka stunting sangat tinggi terbukti, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting di Kabupaten Brebes pada tahun 2021 sebesar 26,3% dan meningkat di tahun 2022 menjadi 29,1%. Gersagi sejalan dengan program Pemkab Brebes, turut berjibaku menurunkan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024.  

Baca Juga :  Medical Hacking Rintis Penyembuhan Berbasis Terapi, Lepaskan dari Ketergantungan Obat Kimiawi

“Gersagi akan terus membantu Pemkab Brebes dalam percepatan penurunan stunting hingga 2024,” tegasnya.

Lanjutnya hal ini pihaknya berharap dalam penangananya dibantu dengan adanya uluran tangan para kader Fatayat NU untuk cita-cita bersama terwujudnya Brebes bebas dari stunting bisa tercapai. 

“Kita akan bergerak secara keroyokan dengan seluruh elemen masyarakat dan kader Fatayat NU tanpa mengenal lelah,” ungkapnya

Pasalnya  pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya dari sektor kesehatan saja, yang hanya berperan 30% saja. Sedangkan 70% sisanya perlu dukungan dari sektor non-kesehatan. Upaya Gerakan Sadar Gizi ini perlu menggandeng seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif memberikan gizi yang baik untuk remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sehingga tidak ada lagi anak yang stunting di Kabupaten Brebes.(imam)