Scroll ke Atas
Berita UtamaDaerahPemalang

Desa Pengggarit Buktikan Berikan Solusi Sampah Desa Habis Di Desa 

1400
×

Desa Pengggarit Buktikan Berikan Solusi Sampah Desa Habis Di Desa 

Sebarkan artikel ini

Emsatunews.co.id, Pemalang – Desa Pengggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah bisa membuktikan bahwa masalah sampah di Kabupaten Pemalang bisa diatasi oleh desa masing-masing. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Desa Pengggarit, Imam Wibowo, dan Camat Kecamatan Taman, Drs. Sukisman, pada saat menerima kedatangaan alat pengolah sampah “Insene Reaktor” di Desa Pengggarit, Senin, ( 24 /07/2024).

Menurut Kepala Desa Pengggarit, Imam Wibowo, mesin “Insene Reaktor” ini merupakan kolaborasi antara mesin insinerator sebagai pembakaran sampah dan mesin reaktor sebagai penghasil cairan halus (liquid smooth) untuk pestisida dan juga bisa menghasilkan kompos. Mesin ini dibiayai oleh dana desa dengan anggaran hampir Rp 275 juta dan akan dikelola oleh BUMDes Pengggarit.

Baca Juga :  Bakamla RI Raih Peringkat 5 Tertinggi Indeks Loyal Kategori Badan/Lembaga ASN Seluruh Indonesia

“Kami berharap, ke depannya kelangkaan pupuk di Kabupaten Pemalang bisa diatasi dengan alat ‘Insene Reaktor’ ini,” ujar Imam Wibowo.

Mesin “Insene Reaktor” ini dibuat oleh seorang anggota Polres Pemalang yang bernama Sukirno. Ia memiliki misi agar “sampah Desa habis di Desa, sampah pasar habis di pasar”.

Sebelumnya, Camat Taman, Drs. Sukisman, mengatakan bahwa di Desa Pengggarit akan menggunakan alat penghancur sampah yang bernama “Insene Reaktor” yang terdiri dari insinerator dan reaktor. Insinerator digunakan untuk pembakaran sampah dengan suhu 850°C – 1.400°C, sedangkan reaktor akan menghasilkan cairan halus (liquid smooth) yang bisa digunakan untuk menetralisir kandang hewan ternak agar tidak berbau dan juga liquid smooth

Baca Juga :  Optimalisasi Sinergitas Program Kerja PKK dan OPD Kabupaten Pemalang Menuju Pembangunan Berkelanjutan

“Bahan bakar ‘Inse Reaktor’ adalah sampah dalam kondisi apa pun, basah maupun kering, akan dibakar di insinerator tanpa pilah. Kemampuan pembakaran alat ini setara dengan 1 dump truk (10 kubik) sampah,” jelas Sukisman.

Sukisman juga menyatakan bahwa dari hasil pembakaran sampah ini tidak ada asap sehingga tidak menimbulkan polusi udara, sehingga program pemerintah untuk menyelesaikan masalah sampah di tingkat desa bisa berjalan, seperti yang dikatakan Bupati Pemalang, H. Mansur Hidayat, S.T., M.Ling bahwa sampah desa habis di desa.

“Jadi, kalau masing-masing desa mempunyai alat ini, maka sampah di Kabupaten Pemalang akan habis di tingkat desa, dan saya yakin apabila bisa diterapkan di desa, maka untuk darurat sampah akan terselesaikan,” pungkas Sukisman.( Joko Longkeyang )