Emsatunews.co.id, Pemalang – Gema ayat-ayat suci Al-Qur’an melantun syahdu memenuhi ruang Pendopo Kabupaten Pemalang, Kamis (22/1). Kegiatan Sema’an Al-Qur’an ini menjadi oase spiritual di tengah hiruk-pikuk persiapan peringatan Hari Jadi ke-451 Kabupaten Pemalang yang mengusung visi besar: “Menyala, Bercahaya, dan Sejahtera”.

Hadir di tengah majelis, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama jajaran jajaran Forkopimda tampak khidmat mengikuti rangkaian acara. Bagi Anom, agenda ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan sebuah manifestasi cinta dan penghambaan serta upaya mengetuk pintu langit demi kemaslahatan seluruh warga Bumi Ikhlas.”Sema’an Al-Qur’an ini adalah wujud syukur dan kecintaan kami kepada Kabupaten Pemalang. Kami sadar, dalam membangun daerah, dukungan spiritual dari para ulama dan pini sepuh sangatlah krusial agar mandat yang kami emban dapat dijalankan dengan amanah,” ungkap Anom di sela kegiatan.
Bupati berharap melalui wasilah pembacaan kitab suci ini, Kabupaten Pemalang senantiasa dilingkupi rahmat Tuhan. Ia menekankan doa agar masyarakat dijauhkan dari marabahaya dan ketidakbaikan, sehingga warga dapat beraktivitas dengan tenang, baik dalam beribadah maupun mencari nafkah sehari-hari.”Kami ingin Pemalang tetap menjadi rumah yang nyaman dan menghadirkan kebahagiaan bagi penghuninya. Meski bukan kota metropolitan yang besar, kenyamanan batin warganya adalah prioritas kami,” tambahnya.
Momentum hari jadi ini juga menjadi ajang refleksi bagi jajaran Pemkab Pemalang. Anom menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti berbenah dalam memperbaiki tata kelola birokrasi. Visi pemerataan manfaat menjadi janji yang terus diupayakan, mulai dari masyarakat yang bermukim di garis pantai utara hingga mereka yang berada di lereng Gunung Slamet.
Ia pun mengajak seluruh elemen yang hadir untuk menyatukan niat dan tekad yang sama demi kelancaran pembangunan di seluruh penjuru kabupaten. Sebagai simbolisasi rasa syukur atas terselenggaranya acara, Bupati menyerahkan potongan tumpeng kepada Kyai Munawir. Prosesi ini menutup majelis dengan semangat kebersamaan yang kuat antara umara dan ulama. ( Joko Longkeyang).















